BUMDES Maro Karya Raih Juara Pertama BUMDES Award 2025 Kategori Ketahanan Pangan

oleh -1713 Dilihat
Kepala BI Perwakilan NTT Pose Bersama Anggota DPD RI, Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo serta Direktur BUMDES Maro Karya. (Foto Humas BI Perwakilan NTT)

Suarantt.id, Mbay-Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan kelembagaan dan peningkatan produktivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terpilihnya BUMDES Maro Karya dari Kabupaten Nagekeo sebagai juara pertama dalam ajang BUMDES Award 2025 Kategori Ketahanan Pangan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam seremoni yang berlangsung di Desa Marapokot pada Selasa (10/6/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi dan kolaborasi antara BI NTT dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT dalam mendukung inovasi serta penguatan produktivitas ekonomi desa.

Dalam sambutannya, Agus menekankan pentingnya pengelolaan BUMDES yang profesional dan akuntabel. “Ke depan perlu dipastikan Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan BUMDES, termasuk aspek akuntabilitas dan profesionalisme,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan BUMDES tak hanya ditentukan oleh potensi usaha, tetapi juga oleh tata kelola dan kualitas SDM yang mendukung kegiatan ekonomi desa secara berkelanjutan.

BUMDES Maro Karya dinilai berhasil menjadi model pengembangan BUMDES yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Didirikan pada tahun 2023, badan usaha ini mengelola usaha produksi beras premium dengan brand “Nagekeo”. Direktur BUMDES Maro Karya, Marsel Epe, menjelaskan bahwa pihaknya membeli gabah kering giling (GKG) dari petani lokal dengan harga Rp 7.500 per kilogram—lebih tinggi dari harga pasar yang berkisar Rp 6.500 per kilogram. GKG kemudian diproses menggunakan peralatan berteknologi tinggi dengan kapasitas produksi mencapai 8 ton per hari.

Produk beras kemasan “Nagekeo” kini telah dipasarkan di berbagai mini market modern dan pasar tradisional, sejalan dengan program One Village One Product (OVOP) yang diusung Gubernur NTT Melki Laka Lena, guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

BACA JUGA:  Julius Uly: Saatnya Rekonsiliasi dan Kolaborasi Membangun Sabu Raijua

Turut hadir dalam acara penghargaan ini antara lain anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Keberhasilan BUMDES Maro Karya diharapkan menjadi inspirasi bagi BUMDES lain di NTT untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.