Dari Fatukoa untuk Kota Kupang: Petani Bangkit Wujudkan Kemandirian Benih dan Ketahanan Pangan Daerah

oleh -363 Dilihat
Asisten II Sekda Kota Kupang Didampingi Kadis Pertanian Kota Kupang dan Tamu Undangan Panen Jagung di Fatukoa pada Senin, 3 November 2025. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Di bawah teriknya matahari Fatukoa, aroma tanah yang baru dipanen berpadu dengan tawa para petani. Hari itu, Senin (3/11/2025), menjadi momen istimewa bagi Kelompok Tani Berkat, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Mereka tak sekadar merayakan hasil panen jagung yang melimpah, tetapi juga memetik buah dari kerja keras, kolaborasi, dan harapan besar akan kemandirian pangan daerah.

Acara panen bersama itu dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, yang hadir mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Dalam sambutannya, Ignasius menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani yang telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengembangkan sektor pertanian di tengah berbagai tantangan.

“Keberhasilan panen kali ini bukan sekadar hasil kerja keras, tetapi juga simbol ketangguhan petani kita dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya. “Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus mendukung petani melalui program pendampingan teknis, penyediaan infrastruktur, hingga membuka akses pasar.”

Benih Unggul dari Fatukoa untuk Kota Kupang

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa atau yang akrab disapa Herry Da Costa, menjelaskan bahwa kegiatan panen ini merupakan bagian dari Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian, yang didanai melalui APBD Kota Kupang Tahun 2025. Program ini berfokus pada pengelolaan sumber daya genetik (SDG) tumbuhan, khususnya penyediaan benih unggul lokal yang dapat digunakan kembali oleh petani.

“Masalah utama dalam pertanian adalah ketersediaan benih. Selama ini kita sering mengandalkan benih dari luar daerah,” jelas Herry. “Melalui program ini, kami ingin memastikan Kota Kupang mampu memproduksi benih unggulnya sendiri.”

Untuk panen kali ini, varietas yang ditanam adalah Jagung Komposit Lamuru berlabel ungu, sebanyak 15 hingga 20 kilogram per hektare. Dari lahan seluas 1 hektare, produksi diperkirakan mencapai 6 ton jagung, dengan hasil benih sekitar 2,5 hingga 3 ton per hektare. Benih yang diambil dari bulir tengah digunakan sebagai bahan tanam, sementara bulir bagian atas dan bawah dimanfaatkan sebagai pakan ternak pendekatan efisien yang menggabungkan aspek ekonomi dan ketahanan pangan.

229 Kelompok Tani, 5.000 Petani Bergerak Bersama

Dinas Pertanian Kota Kupang mencatat terdapat 229 kelompok tani yang telah terdaftar resmi dan aktif di 51 kelurahan dari enam kecamatan. Mereka terbagi dalam tiga kategori: kelompok pemula, madya, dan lanjut, termasuk di dalamnya kelompok tani milenial dan kelompok wanita tani (KWP).

“Semua kelompok ini sudah masuk dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) Kementerian Pertanian,” kata Herry. “Hanya kelompok yang terdaftar di sistem tersebut yang bisa mengakses berbagai bentuk bantuan pemerintah.”

Program pembibitan di Fatukoa diharapkan menjadi model percontohan bagi kelompok tani lainnya. Dengan semangat gotong royong dan pendampingan intensif dari penyuluh pertanian, hasil panen yang diperoleh akan didistribusikan kepada kelompok tani lain di wilayah Kota Kupang.

Kemandirian Pangan di Tengah Tantangan Alam

Kota Kupang memang dikenal dengan tantangan alamnya curah hujan rendah, lahan berbatu, dan sumber air yang terbatas. Namun, semangat para petani tak pernah surut. Bagi mereka, bertani bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hidup untuk menjaga keberlanjutan pangan bagi generasi mendatang.

“Yang bergabung dalam kelompok ini adalah orang-orang yang mau bekerja dan tidak mudah menyerah,” tutur Herry. “Ke depan, kami tidak hanya fokus pada jagung, tetapi juga mengembangkan pembibitan padi dan bawang merah.”

Selain menjadi sumber pangan, benih berkualitas juga dianggap sebagai komponen kunci dalam mencapai swasembada pangan lokal. Prinsip “enam tepat” tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan harga menjadi landasan utama dalam penyediaan benih.

Langkah Kecil Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Dengan produksi benih jagung Lamuru yang berhasil dihasilkan di Fatukoa, Kota Kupang menapaki langkah penting menuju kemandirian benih dan swasembada pangan. Hasil panen bukan hanya menjadi kebanggaan petani, tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga teknis dapat melahirkan perubahan besar dari tingkat lokal.

BACA JUGA:  Roadshow PKK Kota Kupang 2025 Dorong Remaja Tangguh, Sehat Fisik dan Mental, Bebas dari Kekerasan

“Momentum ini harus kita jadikan semangat untuk kelompok tani di seluruh kelurahan,” tegas Ignasius Lega. “Kita ingin Fatukoa menjadi inspirasi bahwa dari kerja bersama, kita bisa menciptakan kemandirian dan kejayaan pertanian di Kota Kupang tercinta.”

Dan ketika mentari mulai condong ke barat, para petani menatap hamparan jagung yang tersisa di ladang mereka bukan dengan lelah, melainkan dengan rasa bangga dan harapan baru. Di setiap bulir jagung yang mengering di bawah sinar matahari itu, tersimpan kisah ketekunan, kerja sama, dan tekad membangun masa depan pangan yang lebih mandiri untuk Kota Kupang. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.