Suarantt.id, Kupang-Di tengah efisiensi anggaran APBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjalin kemitraan guna mendukung pendanaan program lingkungan hidup dan kehutanan. Salah satu peluang yang kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan kelompok masyarakat adalah pendanaan dari Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup Kementerian Keuangan.
Kepala Dinas LHK NTT, Ondy Siagian, menjelaskan bahwa pendanaan ini selaras dengan visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur NTT, khususnya dalam mendukung program prioritas “Ayo Bangun NTT” yang mencakup sepuluh program unggulan atau Dasa Cita. Dari sepuluh program tersebut, DLHK berperan aktif dalam delapan sektor utama.
“Kami akan menggerakkan sumber pendanaan ini bagi masyarakat dan kelompok masyarakat untuk mendukung program-program strategis lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar Ondy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/3/25).
Lebih lanjut, Ondy menjelaskan bahwa dana ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan, dengan tiga tema utama:
- Follow Goes to School – Program yang melibatkan sekolah dan siswa dalam kegiatan peduli lingkungan, seperti pengelolaan sampah di sekolah dan penerapan energi baru terbarukan, seperti pemasangan solar sel untuk kebutuhan sekolah.
- Bantuan bagi Masyarakat – Dukungan bagi kelompok masyarakat yang bergerak dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. Ini mencakup bank sampah di tingkat kelurahan, pengelolaan hutan mangrove oleh kelompok masyarakat, serta rehabilitasi dan penghijauan kawasan hutan.
- Pelestarian Keanekaragaman Hayati – Berbagai kegiatan seperti restorasi daerah aliran sungai, reboisasi, dan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat.
Program ini kemudian dituangkan dalam enam kategori kegiatan utama, yakni penghijauan atau reboisasi, energi baru terbarukan, jasa lingkungan dan ekowisata, restorasi daerah aliran sungai, pengelolaan sampah, serta kesehatan masyarakat.
Masyarakat dan kelompok yang ingin mengajukan pendanaan dapat mengirimkan proposal melalui aplikasi Small Grant di website Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kementerian Keuangan. Jika mengalami kesulitan dalam penginputan data, DLHK NTT siap memfasilitasi di kantor pusat maupun UPTD KPH yang tersebar di setiap kabupaten/kota.
“Kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dan memanfaatkan peluang ini untuk mendukung program lingkungan yang berkelanjutan. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 1.000 kelompok masyarakat yang mengajukan proposal dan terdaftar di website BPLH,” tutup Ondy. ***





