Filosofi Matahari Jadi Landasan PAN, Zulkifli Hasan Tekankan Pelayanan Tanpa Diskriminasi

oleh -118 Dilihat
Ketum PAN Zulkifli Hasan di Auditorium Undana Kota Kupang pada Jumat,15 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa filosofi matahari menjadi landasan utama perjuangan PAN dalam berpolitik dan melayani masyarakat.

Hal itu disampaikannya usai melantik pengurus DPW dan DPD PAN se-Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2024–2029 di Auditorium Undana Kupang pada Jumat (15/5/2026).

Menurut Zulkifli Hasan, matahari dipilih sebagai simbol PAN karena mencerminkan kasih sayang yang hampir sempurna. Matahari, kata dia, memberikan terang dan kehidupan tanpa pernah membeda-bedakan siapa pun.

“Matahari tidak pernah membedakan kita dari mana, suku apa, agama apa. Dia menyinari semua tanpa terkecuali. Itulah filosofi Partai Amanat Nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai tersebut harus diwujudkan dalam praktik kepemimpinan, terutama oleh para kepala daerah. Siapa pun yang terpilih, baik gubernur, wali kota, maupun bupati, wajib melayani seluruh masyarakat tanpa diskriminasi, tanpa melihat latar belakang politik maupun pilihan saat pemilu.

“Kalau sudah jadi pemimpin, tidak boleh lagi membeda-bedakan. Mau dia pilih atau tidak pilih, dukung atau tidak dukung, semua harus dilayani dengan sama,” tegasnya.

Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa logo matahari dengan 32 sinar memiliki makna luas, menggambarkan keberagaman dan semangat untuk merangkul semua pihak dalam membangun bangsa. PAN, lanjutnya, membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berjuang membangun daerah dan Indonesia.

Selain itu, ia menegaskan bahwa PAN berlandaskan Pancasila dengan nilai religius dan moral sebagai asas utama dalam berpolitik. Konsep “rahmatan lil alamin” atau rahmat bagi seluruh alam semesta menjadi pijakan, yang berarti cinta tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada lingkungan, hewan, dan seluruh ciptaan Tuhan.

“Cinta itu lebih tinggi dari sekadar toleransi. Kita harus menjaga lingkungan, tidak merusak alam, tidak menyakiti makhluk hidup, dan saling mengasihi sesama manusia,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah dan Program One Village One Product

Ia juga menyebut PAN lahir sebagai bentuk koreksi terhadap penyimpangan dari cita-cita Indonesia merdeka, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, PAN berkomitmen untuk meluruskan kembali arah pembangunan bangsa agar tetap berpihak pada keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Pelantikan pengurus PAN se-NTT tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Sekretaris Jenderal PAN Eko Patrio, Wakil Ketua Umum PAN yang juga Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta anggota DPR RI Ahmad Yohan dan figur publik Pasha Ungu.

Hadir pula Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten di NTT. Selain itu, Ketua DPRD NTT Emiliana Nomleni, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, dan sejumlah pimpinan daerah lainnya juga tampak mengikuti kegiatan tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.