Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025, Wakajati NTT: Saatnya Melanjutkan Api Perjuangan

oleh -258 Dilihat
Jajaran Kejati NTT Upacara Hari Pahlawan 2025. (Foto Humas Kejati NTT)

Suarantt.id, Kupang-Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menggelar upacara peringatan yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Kejati NTT pada Senin (10/11/2025).

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Teuku Rahmatsyah bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Kejati NTT, pegawai Kejati NTT, serta pegawai Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Mengenang Perjuangan Para Pahlawan

Dalam amanat yang dibacakan oleh Wakajati NTT, Teuku Rahmatsyah menyampaikan pesan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan Indonesia.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian amanat Mensos yang dibacakan.

Para pahlawan, lanjutnya, berjuang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal — generasi penerus yang kini menikmati hasil perjuangan tersebut.

Tiga Teladan Utama dari Para Pahlawan

Dalam amanat tersebut, disampaikan tiga nilai utama yang patut diteladani dari para pahlawan bangsa, yaitu kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.

“Kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu dan menyusun strategi menjadi kunci kemenangan bangsa ini. Setelah merdeka, mereka tidak mencari imbalan, tapi kembali mengabdi. Nilai kehormatan sejati bukan pada jabatan, tapi manfaat yang ditinggalkan,” ujar Teuku Rahmatsyah.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus terus dihidupkan dalam setiap langkah pengabdian aparatur Kejaksaan agar semangat perjuangan tetap membara di tengah tantangan zaman.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Kupang Apresiasi Kebijakan Inovatif Rektor Undana dalam Edukasi Lingkungan

Makna Perjuangan di Era Modern

Wakajati NTT menegaskan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, tetapi melalui ilmu pengetahuan, empati, dan integritas pengabdian. Namun semangat yang diusung tetap sama membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal.

“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, serta membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” ujarnya.

Melanjutkan Api Perjuangan dengan Pengabdian

Peringatan Hari Pahlawan di Kejati NTT menjadi momentum reflektif bagi seluruh aparatur Adhyaksa untuk memperkuat komitmen dalam meneladani nilai-nilai kepahlawanan melalui kerja nyata.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam — dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” tutup Wakajati NTT.

Dengan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” Kejati NTT menegaskan bahwa semangat perjuangan harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian aparatur hukum, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.