Gereja Katedral Kristus Raja Kupang Rayakan Misa Imlek: Perpaduan Iman dan Budaya

oleh -1363 Dilihat
Wali Kota Kupang Terpilih, dr. Christian Widodo Bersama Keluarga Ikut Misa Imlek di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang pada Rabu, 29 Januari 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Gereja Katedral Kristus Raja Kupang menggelar perayaan Ekaristi dalam rangka Tahun Baru Imlek pada Rabu (29/1/2025) pukul 08.30 WITA. Misa yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh umat Katolik keturunan Tionghoa di Kupang, termasuk Wali Kota Kupang terpilih, Christian Widodo, beserta istrinya.

Ornamen khas Imlek menghiasi bagian dalam dan luar gereja, menciptakan nuansa perayaan yang semarak. Lagu-lagu yang dinyanyikan selama misa pun diaransemen dengan sentuhan musik tradisional Tionghoa. Para umat yang hadir tampak antusias dengan mengenakan busana berwarna merah, simbol keberuntungan dalam tradisi Imlek.

Inkulturasi Budaya dalam Perayaan Imlek

Wali Kota Kupang terpilih, Christian Widodo, menyampaikan apresiasinya atas perayaan Imlek yang dikemas dalam misa. Menurutnya, perpaduan antara tradisi Katolik dan budaya Imlek merupakan bentuk nyata inkulturasi yang memperkaya kehidupan beragama.

“Bagus sekali bisa terjadi. Jadi Katolik dan budaya Imlek kita baur, kita campur jadi satu. Kenapa budaya Katolik dan budaya Imlek tidak kita lebur jadi satu? Namanya inkulturasi,” ujar Christian Widodo.

Sebagai simbol pelestarian budaya, Christian mengenakan tenun Maumere dengan sentuhan warna merah, mencerminkan perpaduan budaya lokal dengan tradisi Imlek.

Persaudaraan Lintas Etnis dan Budaya

Usai misa, umat berkesempatan bersalaman dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Tidak hanya keturunan Tionghoa, masyarakat lokal turut hadir dan memeriahkan suasana sebagai bentuk persaudaraan lintas budaya dan etnis.

Betris, salah satu umat yang mengikuti misa, mengungkapkan harapannya agar Imlek menjadi awal yang baru bagi kehidupannya.

“Kalau Imlek selain kumpul-kumpul keluarga, makan bersama, bagi-bagi angpao. Terus biasanya kalau Imlek tidak bersihkan rumah, selama satu hari tidak bekerja, hanya terima tamu, terima berkat istilahnya,” ujar Betris.

BACA JUGA:  Dalam Suasana Kekeluargaan dan Semangat Pengabdian, TP PKK Kota Kupang Periode 2025-2030 Dikukuhkan

Perayaan misa Imlek di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga menunjukkan bagaimana tradisi dan budaya dapat menyatu dalam harmoni, menciptakan momen penuh makna bagi umat dan masyarakat luas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.