Gubernur Melki Ajak Pelajar Flores Timur Kurangi Gawai dan Perkuat Budaya Membaca

oleh -373 Dilihat
Gubernur Melki Tatap Muka Bersama Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Flores Timur di Aula SMA Negeri 1 Larantuka pada Jumat 6/2/2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Larantuka-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak para pelajar di Kabupaten Flores Timur untuk mengurangi ketergantungan pada gawai serta kembali membangun budaya membaca sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat melakukan tatap muka bersama kepala sekolah, guru, dan siswa SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Flores Timur di Aula SMA Negeri 1 Larantuka pada Jumat (6/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Flores Timur, para kepala sekolah, serta perwakilan guru dan siswa dari berbagai satuan pendidikan.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa literasi merupakan kunci utama kemajuan pendidikan. Ia meminta peserta didik untuk membatasi aktivitas scrolling media sosial yang berlebihan dan mulai membiasakan diri membaca buku.

“Salam literasi, kurangi scrolling media sosial. Anak-anak kita harus kembali akrab dengan buku, bukan hanya dengan smartphone,” tegas Gubernur Melki di hadapan ratusan peserta.

Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan hampir 50 persen anggaran daerah untuk sektor pendidikan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan serius yang harus dibenahi secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Ia menyinggung peristiwa meninggalnya almarhum YBR (10), seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, sebagai refleksi atas masih adanya kegagalan dalam sistem pendidikan dan perlindungan anak di NTT.
“Ini adalah tamparan keras bagi kita semua. Pemerintah Provinsi NTT mengakui ada kegagalan, dan dari situ kita harus berani memperbaiki diri,” ujarnya.

Gubernur Melki juga mengingatkan agar masyarakat NTT tidak terus memposisikan diri sebagai daerah miskin. Menurutnya, NTT adalah daerah yang kaya akan empati, kepedulian sosial, serta potensi sumber daya alam yang melimpah.

“Flores Timur ini subur, lautnya melimpah. Kalau potensi ini dikelola dengan baik, anak-anak kita harus tumbuh dengan gizi yang baik dan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyoroti capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) NTT yang masih berada dalam tiga besar terendah secara nasional. Kondisi ini, menurutnya, menuntut langkah tegas dalam sistem pembelajaran.

“Kita tidak boleh membohongi diri sendiri. Anak yang belum bisa membaca dan menulis tidak boleh terus dinaikkan kelas. Lebih baik lulus lebih lama, tetapi berkualitas,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta para kepala sekolah untuk membatasi penggunaan gawai di lingkungan sekolah dan hanya mengizinkannya untuk kepentingan pembelajaran yang terkontrol.

“Smartphone itu seperti narkoba bagi anak-anak. Terlalu banyak bermain smartphone membuat anak menjadi asosial, menurunkan IQ, berdampak pada kesehatan, dan memicu kecanduan. Termasuk penggunaan AI, harus dibatasi dan diawasi,” jelasnya.

Gubernur Melki juga mendorong pembaruan materi pembelajaran serta penguatan program One School One Product (OSOP), dengan target setiap sekolah mampu menghasilkan produk unggulan berbasis potensi daerah.
“Anak-anak harus didekatkan dengan potensi daerahnya agar terbiasa mengelola dan mengurus sumber daya lokal sejak dini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Flores Timur, Antonius, menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan ketangguhan pribadi.

“Dari proses pendidikan, anak-anak harus belajar menjadi survivor. Karakter utama yang dibutuhkan adalah daya tahan diri, kekuatan spiritual, dan kemampuan personal,” kata Bupati Antonius.

Melalui dialog langsung tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, pendidik, dan peserta didik untuk mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing di Kabupaten Flores Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.