Gubernur Melki Laka Lena Resmikan NTT Mart Berbasis Sekolah Pertama di NTT

oleh -527 Dilihat
Gubernur NTT Melihat Produk-produk di NTT Mart Berbasis Sekolah di SMAN 2 Langke Rembong Kabupaten Manggarai. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan Gerai NTT Mart by UBSP (Usaha Bersama Simpan Pinjam) Lembu Nai SMAN 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Selasa (27/1/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak baru pengembangan NTT Mart berbasis sekolah pertama di Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa hingga saat ini NTT Mart telah hadir di 18 kabupaten/kota di NTT. Kehadiran gerai di SMAN 2 Langke Rembong tersebut menjadikannya NTT Mart ke-18 yang diresmikan sebagai etalase pemasaran produk-produk UMKM unggulan daerah.

“Kita punya sumber daya yang luar biasa besar di NTT, tetapi selama ini belum diusahakan secara optimal. NTT Mart hadir untuk mendukung dan memuliakan produksi UMKM masyarakat NTT agar memiliki tempat dan pasar yang jelas,” tegas Gubernur Melki.

Ia menambahkan bahwa NTT Mart memberikan ruang luas bagi produk-produk UMKM lokal untuk berkembang, dikenal, dan memiliki nilai tambah ekonomi. Menurutnya, keberadaan NTT Mart juga menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi daerah yang produktif, bukan semata konsumtif.

“Melalui NTT Mart ini, kita ingin memberi ruang bagi produk-produk UMKM kita. Ini bagian dari upaya mendorong ekonomi NTT yang produktif, bukan konsumtif,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mendorong desa, komunitas, dan sekolah untuk mengembangkan produk unggulan masing-masing agar dapat dipasarkan melalui NTT Mart. Keterlibatan sekolah, menurutnya, menjadi langkah strategis dalam menanamkan semangat kewirausahaan dan cinta produk lokal kepada generasi muda.

Gubernur Melki juga menguraikan empat persoalan utama yang selama ini dihadapi UMKM di NTT, yakni permodalan, pendampingan, literasi keuangan, dan akses pasar. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung UMKM agar lebih produktif dan berdaya saing.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Sebut Budaya Lamaholot Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

“Untuk urusan modal dan pendampingan, perbankan harus siap mendukung melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendampingan agar UMKM lebih produktif. Literasi keuangan masyarakat kita juga masih lemah dan perlu diperkuat, dan ini teman-teman perbankan perlu bantu juga,” jelasnya.

Terkait akses pasar, Gubernur Melki menegaskan bahwa kehadiran NTT Mart merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah dalam membuka pasar bagi produk UMKM lokal. Bahkan, ia mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk turut menjadi motor penggerak melalui kebijakan belanja produk lokal.

“Kalau produksinya sudah lengkap dan kontinyu, kita dorong ASN untuk wajib menjadi pembeli di NTT Mart, minimal Rp100 ribu per bulan. Toh, yang dibeli juga adalah produk-produk yang kita sendiri pakai di rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai, Heribertus G.L. Nabit, menyampaikan apresiasi atas kehadiran NTT Mart di Kabupaten Manggarai. Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi konsumen produk dari luar daerah, tetapi juga aktif menjadi produsen produk lokal yang mampu dipasarkan ke daerah lain melalui NTT Mart.

“Kami mengapresiasi kehadiran NTT Mart ini. Kualitas, harga, dan pelayanan harus menjadi prioritas. Kami juga mengajak seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk berbelanja kebutuhan di NTT Mart,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Soni Libing, dalam laporannya menjelaskan bahwa NTT Mart di Manggarai menjadi contoh pertama kerja sama Pemerintah Provinsi NTT dengan sekolah. Selama ini, NTT Mart telah bekerja sama dengan Dekranasda dan Gereja.

“Di Manggarai, ini menjadi contoh pertama kerja sama dengan sekolah. Tujuannya untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada generasi muda sekaligus mengimplementasikan Gerakan Beli NTT,” jelasnya.

Manajemen NTT Mart by UBSP Lembu Nai SMAN 2 Langke Rembong akan dikelola oleh Koperasi Sekolah SMAN 2 Langke Rembong, sehingga diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan sekaligus penguatan ekonomi sekolah.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Buka Liga Pelajar Soeratin U-17: Sepak Bola Jadi Sarana Pembinaan dan Pendorong Ekonomi Daerah

Peresmian ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis produksi dan pemberdayaan UMKM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Rita Wuisan, para pimpinan perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten Manggarai, unsur Forkopimda, serta kepala SMA/SMK se-Kabupaten Manggarai. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.