Gubernur Melki Tekankan Sinergi ‘Tiga Batu Tungku’ untuk Bangun Pendidikan NTT yang Berkarakter dan Berdaya Saing

oleh -2331 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Beraudiensi dengan Kepala SMA, SMK dan SLB serta OSIS se-Kabupaten Sikka. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Sikka-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat atau yang dikenal dengan konsep tiga batu tungku pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berorientasi pada kewirausahaan di NTT.

Penegasan ini disampaikan Gubernur Melki saat menggelar audiensi bersama 51 Kepala SMA, SMK, dan SLB serta para Ketua OSIS SMA/SMK se-Kabupaten Sikka di Aula SMA Negeri 1 Maumere pada Jumat (24/10/25). Kegiatan bertema “Ayo Bangun NTT dari Sekolah” tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara Pemerintah Provinsi dan para pelaku pendidikan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Pendidikan di NTT saat ini tidak sedang baik-baik saja. Karena itu, kita harus hidupkan kembali tiga batu tungku pendidikan: sekolah, keluarga, dan lingkungan. Kita akan siapkan Peraturan Gubernur untuk memastikan sinergi ini berjalan nyata,” tegas Gubernur Melki dalam arahannya.

Ia menyoroti melemahnya peran keluarga dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah dan menekankan pentingnya pendekatan pendidikan holistik yang menyatukan tiga aspek utama: akademik, moral–karakter, dan kewirausahaan.

“Sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran saling melengkapi. Masing-masing bertugas mengembangkan potensi akademik dan keterampilan, menanamkan nilai moral serta menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi anak-anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dalam lingkungan pendidikan.
“Gotong royong tidak boleh hilang. Kita harus saling bantu, baku tambah, dan baku dukung untuk kemajuan bersama. Gotong royong adalah semangat dasar Pancasila yang kami bawa dalam kepemimpinan Melki–Johni,” tambahnya disambut tepuk tangan peserta.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta para Kepala Sekolah terus melakukan evaluasi terhadap metode pengajaran agar lebih kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi terutama dari kualitas guru dalam mentransfer ilmu dan membentuk karakter peserta didik.

“Masalah kita bukan hanya sarana, tetapi kemampuan guru dalam menyalurkan ilmu dan nilai. Guru harus menjadi inspirasi dan teladan bagi murid,” kata Gubernur Melki.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di NTT harus melahirkan generasi muda yang berpikir cerdas, berperilaku benar, dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
“Pendidikan yang hanya menghasilkan nilai tanpa karakter tidak akan membawa kemajuan,” tegasnya.

Sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pendidikan dan pembangunan ekonomi daerah, Gubernur Melki mendorong program One Vocational School One Product (OVOP) sebagai pengembangan dari gerakan One Village One Product yang telah diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memberikan apresiasi kepada SMK Lela yang telah mengimplementasikan konsep One School One Product, bahkan hingga One Class One Product. Sekolah tersebut berhasil mengembangkan berbagai inovasi, seperti kerajinan tangan dari bahan daur ulang sampah dan minyak penenang alami hasil karya siswa.

Audiensi diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara Gubernur dan para siswa. Para peserta tampak antusias dan kritis menyampaikan gagasan serta harapan mereka terhadap kemajuan pendidikan di NTT. Mereka juga mengapresiasi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Gubernur sebagai bentuk keterbukaan pemerintah terhadap suara generasi muda. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.