Gubernur Melki Luncurkan Prodi PPDS dan Subspesialis Bali-Nusra di Undana, Perkuat Layanan Kesehatan NTT

oleh -366 Dilihat
Gubernur NTT Resmi Luncurkan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Wilayah Bali, NTB dan NTT (Bali–Nusra) di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Jumat, 13 Pebruari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Bali, NTB dan NTT (Bali-Nusra) di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Jumat (13/2/2026).

Peluncuran tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat layanan kesehatan di NTT, khususnya dalam menjawab keterbatasan tenaga dokter spesialis di daerah kepulauan.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa kehadiran Prodi PPDS dan Subspesialis di kawasan Bali–Nusa Tenggara sangat relevan dengan kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki tantangan akses layanan kesehatan.

Ia menyebut peluncuran ini sebagai tindak lanjut dari kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT yang telah disepakati di Labuan Bajo pada akhir Januari lalu.

“Program ini bukan sekadar proyek akademik, tetapi solusi nyata bagi persoalan kesehatan di NTT. Kita masih kekurangan dokter anestesi, bahkan ada operasi yang tertunda atau pasien harus dirujuk karena tidak tersedia tenaga anestesi. Di sisi lain, angka kematian ibu dan anak masih menjadi tantangan serius,” tegasnya.

Adapun program yang diluncurkan meliputi Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi—dua bidang yang dinilai sangat krusial bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di NTT.

Gubernur Melki berharap para putra-putri daerah yang menempuh pendidikan spesialis di kawasan timur Indonesia dapat kembali mengabdi di NTT setelah menyelesaikan studi.

“Anak-anak NTT kini memiliki kesempatan lebih dekat untuk menjadi dokter spesialis. Harapan kami, mereka kembali dan membangun daerahnya sendiri,” ujarnya.

Dia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan program tersebut, baik melalui kebijakan maupun sinergi lintas sektor, agar sistem kesehatan di NTT menjadi lebih tangguh, merata, dan berkualitas.

BACA JUGA:  Gubernur Melki: Jangan Ada Lagi Anak NTT Kehilangan Masa Depan karena Kegagalan Sistem

Sementara itu, Rektor Undana, Jefri S. Bale, menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan tonggak sejarah pendidikan tinggi kedokteran di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Mandat melalui surat Dirjen Dikti Saintek, katanya, menjadi bentuk kepercayaan negara kepada Undana, Universitas Mataram (Unram), dan Universitas Udayana (Unud) untuk memperkuat pemerataan kualitas pendidikan serta penguatan SDM kesehatan.

“Hari ini kita berdiri di pintu sejarah pendidikan kedokteran di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Undana harus hadir sebagai ruang aman dan solusi nyata, termasuk dalam merespons persoalan kesehatan mental yang meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, prodi ini tidak hanya bertujuan mencetak dokter spesialis yang unggul secara klinis, tetapi juga memiliki empati sosial dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

Dalam waktu dekat, Undana juga mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Profesi Farmasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan daerah.

Dari pemerintah pusat, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI, Togar Mangihut Simatupang, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi Indonesia Sehat 2045 dan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis.

“Kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, akselerasi pendidikan dokter spesialis dan subspesialis menjadi prioritas nasional,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Kemdiktisaintek telah membuka 160 program studi baru, terdiri atas 128 Prodi Dokter Spesialis dan 32 Prodi Dokter Subspesialis di berbagai daerah, termasuk 11 provinsi yang masih kekurangan tenaga spesialis seperti NTT, Maluku, dan Papua.
Peluncuran program ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Gubernur NTT, Sekjen Kemdiktisaintek, dan Rektor Undana, serta penyerahan salinan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang izin pembukaan Prodi PPDS dan Subspesialis wilayah Bali-Nusra kepada pihak rektorat Undana, perwakilan Unram, dan Unud.
Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, Direktur Utama RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka, perwakilan Unram dan Unud, serta organisasi profesi kesehatan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.