Gubernur Melki Siapkan 11 SMK Berbasis Asrama Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di NTT

oleh -489 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Bupati Ngada Pose Bersama Para Kepala Sekolah dan Guru OSIS se-Kabupaten Ngada. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Bajawa-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis asrama di 11 kabupaten. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan di provinsi kepulauan tersebut.

Rencana ini disampaikan Gubernur Melki saat bertemu dengan para pengawas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan ketua OSIS SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Ngada di SMA Negeri 2 Bajawa pada Rabu (17/9/2025). Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambros Kodo, Bupati Ngada Raymundus Bena, Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji, serta para pimpinan perangkat daerah.

Bupati Ngada, Raymundus Bena, dalam sambutannya menyambut baik kunjungan Gubernur bersama rombongan. Ia menilai kehadiran Melki Laka Lena menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Ngada. “Pendidikan ibarat pesawat tercepat yang mampu mendorong perubahan suatu wilayah,” ujar Raymundus.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di NTT, khususnya kemampuan numerasi dan literasi siswa yang saat ini mengalami penurunan. “Dulu, kita tamat SD sudah bisa baca tulis dengan baik, tapi sekarang berbeda. Mau sampai kapan kita biarkan model begini terus terjadi?” tegasnya.

Ia mengingatkan para guru agar mendidik dan memastikan kelayakan siswa naik kelas setiap tahunnya. “Kalau memang tidak naik kelas, jangan dipaksakan untuk naik. Kita tidak boleh menyamankan peserta didik dengan cara seperti ini tapi besok dia tidak bisa kompetitif di banyak hal. Jangan manja anak-anak,” ujarnya.

Melki juga menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan agar kompatibel dengan perkembangan ilmu pengetahuan. “Pemerintah selalu berupaya memberikan upah yang layak sesuai kemampuan fiskal daerah,” tambahnya.

BACA JUGA:  Rombak Pola Kerja ASN, Wali Kota Kupang Siapkan Sistem Terintegrasi dan Evaluasi Berkala

Menurutnya, sektor pendidikan mendapat porsi anggaran terbesar di NTT dengan alokasi Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5 triliun. “Di antara semua sektor pembangunan, porsi anggaran yang paling besar itu di sektor pendidikan,” jelasnya.

Gubernur juga mendorong sekolah-sekolah untuk mulai mengembangkan kewirausahaan berbasis sekolah agar dapat menunjang operasional pendidikan. “Kalau mau, pasti bisa. Ini bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi soal kemauan,” tegasnya.

Dengan berbagai program tersebut, Gubernur Melki berharap kualitas pendidikan di NTT semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang lebih unggul dan kompetitif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.