Gubernur NTT Apresiasi Pentas Berkhmawan Simponi Seminari Mataloko, Dorong OSOP Jelang Seabad

oleh -564 Dilihat
Gubernur NTT Acara Pentas Seni Berkhmawan Simponi. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi pentas seni Berkhmawan Simponi yang dibawakan para siswa Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Sabtu (31/1/2026).

Menurut Gubernur, penampilan tersebut mencerminkan keberhasilan konsep One School One Product (OSOP) yang mendorong sekolah menampilkan ciri khas dan potensi terbaiknya.

“Anak-anak seminari malam ini sudah menampilkan yang terbaik. Mereka membawakan berbagai kreasi dalam lagu, seni, dan teater. Ini adalah produk sekolah. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung ini,” ujar Gubernur NTT dalam sambutannya saat membuka acara.

Gubernur yang juga mantan seminaris di Kisol, Manggarai, menegaskan bahwa Seminari Mataloko memiliki kontribusi besar bagi bangsa, gereja, dan Provinsi NTT. Sebagai seminari tertua di NTT, alumninya telah tersebar di berbagai bidang dan wilayah. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung Seminari Mataloko yang pada tahun 2029 mendatang akan genap berusia 100 tahun.

“Seminari Mataloko ini seminari tertua di NTT. Alumninya ada di mana-mana dan sudah banyak berkontribusi bagi bangsa, gereja, dan daerah. Mari kita terus mendukung seminari ini menuju satu abad pengabdiannya,” ungkapnya.

Gubernur juga menyinggung peran penting para alumni seminari dalam pembangunan. Menurutnya, tidak semua seminaris menjadi imam, namun mereka yang memilih jalan lain tetap menjadi pribadi awam yang berkualitas dan berintegritas. Ia berharap para orang tua terus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di Seminari Mataloko.

Sementara itu, Kepala SMA Seminari Mataloko yang juga Wakil Praeses Seminari, Romo Tinyo Sera, Pr, menjelaskan bahwa pentas Berkhmawan Simponi merupakan aksi nyata menjelang satu abad Seminari Mataloko sekaligus bagian dari promosi panggilan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di sejumlah wilayah di Flores dan untuk pertama kalinya dipentaskan di luar Flores, yakni di Kupang.

“Kami sudah melaksanakan kegiatan ini di Bajawa, Ende, dan Mbay. Ini pertama kalinya kami pentas di luar Flores. Terima kasih atas dukungan dan antusiasme luar biasa dari masyarakat Kupang,” kata Romo Tinyo.

Romo Tinyo menambahkan, rombongan Seminari Mataloko yang hadir berjumlah 131 orang, terdiri dari 117 siswa dan 14 pendamping. Para seminaris menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari teater berjudul Misteri Di Balik Jubah Putih, marching band, paduan suara, hingga parade obor yang memukau penonton.
Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Ketua Panitia, Rosalinda Uta Teku, menjelaskan bahwa panitia kolaborasi berasal dari Perhimpunan Orang Tua Seminari asal Regio Timor (POT) dan Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Regio Timor. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan semua pihak.

“Kami berterima kasih atas mandat dari seminari dan kerja keras seluruh panitia sehingga acara ini berjalan sukses. Terima kasih juga kepada para donatur, sponsor, serta sekolah-sekolah yang berkolaborasi,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari SMA Giovani Kupang, SMA Santo Arnoldus Janssen, dan SMA Seminari Santo Rafael Kupang. Ketua Alsemat Regio Timor, Isidorus Lilijawa, menyatakan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT dan dukungan Pemerintah Kota Kupang yang dinilai sebagai wujud kemitraan nyata antara seminari dan pemerintah.

Pantauan media, acara Berkhmawan Simponi yang dimulai pukul 17.00 WITA berlangsung hingga pukul 22.00 WITA. Ribuan penonton dari berbagai kalangan memadati Auditorium Undana hingga balkon. Antusiasme yang tetap tinggi hingga acara berakhir menjadi bukti dukungan dan kecintaan masyarakat terhadap kemajuan Seminari Mataloko jelang satu abad pengabdiannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.