Gubernur NTT Bersama Forkopimda Dua Jam Berdiri di Bawah Terik Matahari Dengarkan Orasi Pendemo

oleh -410 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Berdialog Para Pendemo di Pintu Gerbang Kantor DPRD NTT pada Senin, 1/09/25. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi NTT pada Senin (1/9/2025), berlangsung dengan suasana berbeda. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, Danrem 161 Wira Sakti Kolonel Inf Hendro Cahyono, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Roby Tulus, Fernando Soares, dan Kristin Samy Patty, Kajati NTT Zet Tadung Allo, para Pemuka Agama serta para anggota DPRD NTT dan pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT.

Mereka memilih berdiri dua jam penuh di bawah terik matahari untuk mendengarkan langsung orasi dan tuntutan mahasiswa.
Rombongan Forkopimda tiba dan menemui para pendemo sekitar pukul 12.50 WITA.

Massa aksi yang didominasi mahasiswa bertahan di bawah terik matahari lebih dari dua jam untuk menyuarakan penolakan mereka. Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan bahwa akar persoalan bangsa bukanlah dari rakyat, melainkan dari praktik korupsi yang dilakukan oleh sebagian elit politik.

“Negara saat ini tidak baik-baik saja. Kerusakan bukan dari mahasiswa, tetapi dari korupsi yang dilakukan elit politik,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Dalam aksinya, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang menyampaikan 11 tuntutan strategis kepada pemerintah, mulai dari isu nasional hingga persoalan daerah. Beberapa di antaranya mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat, dan RUU Daerah Kepulauan, menolak kenaikan tunjangan DPR RI, meminta penurunan PPN, serta menuntut penghentian tindak represif aparat terhadap massa aksi. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti isu lokal seperti pemberantasan TPPO di NTT serta pencabutan sejumlah SK yang dianggap merugikan masyarakat dan lingkungan.

BACA JUGA:  Awal Desember 2.497 PPPK Terima SK, Kaban Yosef Rasi Minta Pegawai Tak Terpengaruh Hoaks

Gubernur Melki Laka Lena dalam dialog terbuka mengapresiasi penyampaian aspirasi mahasiswa yang berlangsung tertib dan damai. “Kami berdiri di sini, di tengah panas matahari, untuk mendengar suara kalian secara langsung. Aspirasi ini bagian dari demokrasi. Semua tuntutan yang disampaikan akan kami teruskan ke pemerintah pusat dan ditindaklanjuti di daerah sesuai kewenangan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kemurnian gerakan mahasiswa agar tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu. “Kami senang karena aksi hari ini berlangsung aman. Mari jaga kedamaian ini. Pemerintah berkomitmen merespons aspirasi secara resmi dan transparan,” ujarnya.

Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, menambahkan bahwa lembaganya siap menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. “Tuntutan yang menjadi urusan daerah akan kami kawal, sedangkan yang berkaitan dengan pusat akan kami teruskan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, turut menanggapi isu meninggalnya almarhum Affan, mahasiswa asal Kupang yang sebelumnya tewas dalam sebuah aksi. “Proses hukum sedang berjalan. Tujuh orang yang berada dalam kendaraan sudah ditahan. Kami sangat menyesalkan peristiwa itu,” ungkapnya.

Aksi damai yang dikawal ketat aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP itu pun berakhir dengan kondusif. Momen ketika Gubernur bersama Forkopimda rela berjemur mendengarkan orasi mahasiswa mendapat apresiasi dari peserta aksi sebagai bukti bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik rakyatnya.

Seperti yang disaksikan media ini, aksi berjalan dengan tertib dan damai hingga berakhir pukul 15.15 WITA. Aparat kepolisian bersama TNI mengawal ketat jalannya demonstrasi sehingga tidak terjadi kericuhan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.