Suarantt.id, Kupang-Kabar duka datang dari Vatikan: Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, wafat pada usia 88 tahun. Ucapan belasungkawa dan penghormatan mengalir dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dalam keterangannya di Rumah Jabatan Gubernur, Melki Laka Lena menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Paus Fransiskus, yang dikenangnya sebagai tokoh dunia pembela kemanusiaan dan suara bagi kaum yang terpinggirkan.
“Sebagai Gubernur NTT, saya atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat menyampaikan rasa duka yang dalam atas berpulangnya Paus Fransiskus,” ucapnya.
Ia menyoroti keteladanan Paus dalam berbagai tindakan nyata, mulai dari membasuh kaki para narapidana, migran, hingga penghuni panti jompo, termasuk mereka yang bukan Katolik.
“Itu adalah simbol dari kasih yang universal, pelayanan tanpa batas dan kerendahan hati yang langka,” ungkap Gubernur.
Melki juga mengenang momen kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta pada September 2024, di mana Paus lebih dahulu menemui kaum disabilitas sebelum agenda besar misa akbar dan dialog antariman.
“Paus Fransiskus menunjukkan kepada kita bahwa kemanusiaan harus melampaui batas-batas agama dan ideologi. Ia konsisten membela mereka yang kerap dilupakan,” tambahnya.
Dalam semangat itu, Gubernur mengajak seluruh umat beragama untuk melanjutkan semangat Paus Fransiskus dalam membangun perdamaian dan memperjuangkan keadilan bagi kaum tertindas. ***





