Suarantt.id, Kupang-Perayaan Paskah Pemuda GMIT tahun ini membawa pesan mendalam bagi masyarakat NTT dan Indonesia. Dengan tema “Damai dari NTT untuk Indonesia,” Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengajak seluruh umat untuk menjadikan Paskah sebagai momentum untuk berbagi kasih dan menjadi agen perdamaian.
Dalam prosesi yang berlangsung di Bundaran Tirosa, Johni mengingatkan bahwa Paskah harus dimaknai lebih dari sekadar ritual tahunan.
“Yesus Kristus hidup dalam penderitaan namun tak pernah lelah melayani dan menyebarkan kasih. Inilah teladan yang perlu kita hayati dan aplikasikan,” ujarnya di hadapan ribuan peserta prosesi.
Ia pun mengapresiasi peran Pemuda GMIT dan berbagai pihak dalam menyukseskan acara ini, termasuk usulan inovatif untuk memproduksi film tentang kehidupan Kristus.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Benyamin Pandie, dalam suara gembalanya menegaskan komitmen gereja untuk mendukung pemerintah, sekaligus mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan terhadap anak.
“Jangan jadikan program sebagai proyek semata, mari kita bangun NTT dengan hati,” pesannya.
Ketua KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, turut hadir dan meresmikan Program NTT YES, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi pemuda. “Kami percaya SDM muda NTT bisa menjadi tulang punggung Indonesia Emas,” ungkapnya.
Ketua Panitia, Yeskiel Loudoe, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan 97 gereja dan 102 pelaku UMKM lokal, serta menampilkan berbagai pertunjukan seni dan pesan lintas agama.
Puncak acara ditandai dengan Prosesi Lilin Perdamaian, sebagai simbol harapan dan cinta dari NTT untuk Indonesia. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah, legislatif, tokoh agama, dan masyarakat. ***





