Imlek 2577 di Kota Kupang Penuh Kebersamaan, Barongsai Naga Atoin Meto Curi Perhatian

oleh -709 Dilihat

Suarantt.id, Kupang-Suasana penuh kebersamaan dan toleransi mewarnai perayaan Imlek ke-2577 Kongzili yang digelar di Aula Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Selasa (17/2/2026).

Perayaan yang diawali dengan misa Imlek ini semakin semarak dengan penampilan Komunitas Barongsai Naga Atoin Meto yang berhasil mencuri perhatian umat dan masyarakat yang hadir.

Misa Imlek dipimpin Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, Romo Rudy Tjung Lake. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh umat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama, terlebih dalam suasana Tahun Baru Imlek 2026 yang berada pada Shio Kuda.

“Momentum Imlek ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mempererat persaudaraan dan terus menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman,” ujarnya.

Usai misa, atraksi barongsai yang energik dan penuh warna langsung menyedot perhatian para suster, biarawan-biarawati, umat Katolik, serta masyarakat Tionghoa yang hadir. Gerakan lincah dan atraktif dari para pemain barongsai membuat suasana semakin meriah.

Anggota Barongsai Naga Atoin Meto, Novi Henuk, mengatakan antusiasme masyarakat selalu tinggi setiap kali tim mereka tampil.

“Setiap ada kegiatan, masyarakat selalu bersemangat dan antusias menonton. Kami ingin memberikan yang terbaik supaya semua yang hadir merasa terhibur,” ungkapnya.

Ia menjelaskan para pemain barongsai merupakan anak-anak lokal dari wilayah timur, yang sebagian besar juga bekerja sebagai karyawan setempat. Dalam sehari, tim dijadwalkan tampil di tiga lokasi berbeda.

“Hari ini kami tampil di tiga tempat, termasuk di Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Lippo Plaza sekitar jam 2 siang, dan Rukun Jaya Kuanino jam 5 sore. Kami berkomitmen memberikan penampilan terbaik di setiap lokasi,” jelas Novi.

Pelatih Barongsai Naga Atoin Meto, Alberto Agus Sugiarto, menyebutkan jumlah personel tim sekitar 15 orang, dengan dua orang memainkan satu barongsai.

BACA JUGA:  DPRD NTT Panggil PLN Klarifikasi Pemadaman Bergilir di Kota Kupang dan Sekitarnya

“Latihan rutin terus kami lakukan untuk menjaga kekompakan dan kualitas pertunjukan,” katanya.

Sementara itu, Sr. Laurentina, SDP menyampaikan apresiasinya atas perayaan Imlek yang digelar di lingkungan gereja. Menurutnya, perayaan ini menjadi wujud nyata toleransi dan kebersamaan di Kota Kupang.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi perayaan ini. Komunitas Tionghoa di Kota Kupang perlu dipersatukan dan diberikan kebebasan untuk merayakan hari besarnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kota Kupang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan seluruh etnis dinilai penting dalam membangun kota yang harmonis dan inklusif.

Perayaan Imlek 2577 di Kupang pun berlangsung penuh sukacita, memperlihatkan indahnya harmoni budaya dan iman di tengah keberagaman masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.