Jalan Terjal dan Penuh Liku, 100 Hari Kerja CS-AN Hadirkan Terobosan Nyata untuk Kota Kupang

oleh -819 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang Pose Bersama Anggota DPRD NTT dan Kota Kupang di Acara 100 Hari Kerja CS-AN di Hotel Harper Kupang. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis memaparkan capaian 100 hari kerja yang sarat program inovatif dan dirasakan langsung oleh warga. Pemaparan ini berlangsung dalam Media Gathering di Hotel Harper pada Kamis (14/8/2025), dihadiri Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, jajaran pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan insan pers.

“Jalan ini tidak mudah, ini jalan yang terjal dan berliku. Tapi kami berdua percaya, kalau niatnya melayani, maka sekecil apapun upaya kita pasti berdampak,” kata dr. Christian membuka sambutan.

Pengelolaan Sampah Terpadu dan Insentif Petugas Kebersihan
Salah satu terobosan utama adalah hadirnya roadmap sistem pengelolaan sampah terpadu pertama di Kota Kupang. Dengan sistem ini, 85 persen sampah dikelola di tingkat kecamatan, hanya 15 persen yang dibuang ke TPA Alak. Pemkot telah menyediakan tempat sampah di 1.347 RT, 900 unit di antaranya terwujud melalui kombinasi anggaran pemerintah dan CSR.

Sebanyak 50 truk pengangkut sampah kini dilengkapi GPS, sehingga warga dapat memantau rute dan jadwal angkut via aplikasi ponsel. Tenaga kebersihan juga menerima insentif tambahan Rp500 ribu per bulan sebagai penghargaan atas dedikasi mereka.

Saboak Koepan Dorong Ekonomi Rakyat
Program Saboak Koepan atau Sunday Market Buat Orang Kupang menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat tiap akhir pekan. Sekitar 600 UMKM berjualan gratis di area ini, dengan perputaran uang mencapai Rp1,2 miliar dalam dua bulan.

Pemkot juga menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana Kupang untuk membantu legalisasi usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), membuka akses bantuan resmi bagi pelaku UMKM.

Layanan Kesehatan dan Perlindungan Sosial
Di sektor kesehatan, Pemkot menyiapkan dana pengaman Rp3 miliar di RSUD S.K. Lerik bagi warga gawat darurat yang belum memiliki atau memiliki BPJS tidak aktif. Sistem SI-RANAP sedang dikembangkan agar masyarakat dapat memantau ketersediaan kamar rumah sakit secara daring.

Program bantuan sosial juga mengalir, mulai dari bantuan beras 20 kg untuk lebih dari 23.000 keluarga, liang lahat gratis bagi warga kurang mampu, hingga mobil pengantin gratis. Wakil Wali Kota Serena juga menggagas program Ina Kasih, yakni pembalut gratis untuk remaja perempuan kurang mampu.

Kelurahan Naikoten I kini ditetapkan sebagai Kelurahan Ramah Disabilitas pertama di Kota Kupang, mewujudkan komitmen kota yang inklusif.

Reformasi Birokrasi dan Prestasi Nasional
Untuk pertama kalinya, ASN di Kota Kupang menerima Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) penuh dan tepat waktu. Sebanyak 1.747 PPPK menerima SK lebih awal dibanding daerah lain di NTT, hasil lobi langsung Wali Kota ke pusat.

Pemkot juga meneken MoU dengan Kejaksaan Negeri Kupang untuk pendampingan pengelolaan keuangan dan aset sejak awal, demi mencegah kesalahan prosedur.

Bulan ini, Kota Kupang berpeluang menjadi kota pertama yang tuntas dalam program Makan Bergizi (MBG) dengan dapur 100% aktif. Jika tercapai, Presiden RI dijadwalkan hadir memberikan apresiasi.

Apresiasi untuk Media dan Kesaksian Warga
Menutup pemaparan, dr. Christian menyampaikan terima kasih kepada media yang telah menjadi mitra perubahan. “Tanpa dukungan media yang menyampaikan informasi secara jernih dan berimbang, semangat optimisme warga bisa melemah,” ujarnya.

Acara juga diwarnai testimoni warga, mulai dari petugas kebersihan yang merasa profesinya kini dihargai, ASN PPPK yang merasakan kepastian hidup, hingga keluarga penerima bantuan liang lahat gratis.

“Di saat kami berduka dan tidak punya apa-apa, pemerintah hadir. Itu sangat berarti,” ungkap salah satu warga penerima manfaat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.