Kasus Dugaan Perzinahan Libatkan Dua Oknum Lurah di Kota Kupang, Berujung Penggerebekan dan Penganiayaan

oleh -278 Dilihat
Oknum Lurah Digerebek Keluarga di Kelurahan Naimata Kota Kupang pada Jumat, 3 April 2026. (Foto Istimewa)

Kasus Dugaan Perzinahan Libatkan Dua Oknum Lurah di Kota Kupang, Berujung Penggerebekan dan Penganiayaan

Suarantt.id, Kupang-Kasus dugaan tindak pidana perzinahan yang melibatkan dua oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kota Kupang menghebohkan masyarakat.

Peristiwa tersebut tidak hanya berujung pada penggerebekan dramatis, tetapi juga memicu aksi penganiayaan yang menyebabkan kedua terduga mengalami luka serius.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus ini melibatkan seorang lurah berinisial RT (57) serta seorang perempuan berinisial LA (43) yang diketahui menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) lurah di salah satu kelurahan di Kota Kupang.

Peristiwa bermula saat suami dari LA menerima informasi bahwa istrinya diduga sedang bersama pria lain di rumah mereka yang berlokasi di Perumahan Tanah Merah, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo. Meski dalam kondisi kurang sehat akibat stroke ringan dan berada di wilayah Lasiana, sang suami tetap berinisiatif mendatangi lokasi untuk memastikan kabar tersebut.

Setibanya di rumah, dugaan tersebut disebut terbukti. LA didapati berada di dalam rumah bersama RT, yang bukan merupakan suami sahnya. Temuan itu memicu emosi keluarga hingga situasi di lokasi sempat memanas dan berujung pada aksi penganiayaan terhadap kedua terduga.

Akibat kejadian tersebut, RT dan LA mengalami luka serius. Keduanya kemudian diamankan oleh aparat kepolisian yang tiba di lokasi setelah menerima laporan masyarakat pada Jumat (3/4/2026) dini hari.

Tim Patroli Perintis Presisi dari Direktorat Samapta Polda NTT yang dipimpin oleh Danton Raimas bersama piket Provos Bidang Propam bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara. Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan korban dan mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:  K3S Kota Kupang Siap Hadirkan 100 Tim SD di Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional 2025

Selain melakukan evakuasi, aparat juga mengamankan situasi di sekitar lokasi guna mencegah konflik lanjutan antara pihak keluarga dan warga.

Dari informasi yang beredar, dugaan adanya hubungan khusus antara RT dan LA menjadi pemicu kemarahan keluarga pihak perempuan. Namun hingga saat ini, kedua korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam perawatan medis akibat luka yang diderita.

Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum kedua terduga, baik terkait dugaan perzinahan maupun tindak penganiayaan yang terjadi.

Sementara itu, patroli rutin yang dilakukan oleh Ditsamapta Polda NTT sejak Kamis malam hingga Jumat subuh terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Patroli tersebut menyasar sejumlah titik strategis seperti pemukiman warga, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga tempat ibadah yang sedang menggelar kegiatan keagamaan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi peristiwa yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.