Suarantt.id, Kupang-Upaya membangun kolaborasi dalam peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang kembali menunjukkan hasil positif. Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, bersama jajaran manajemen melakukan audiensi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, di ruang kerjanya pada Jumat (17/10/2025) pagi.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Direktur Isodorus didampingi oleh sejumlah pejabat Perumda Air Minum Kota Kupang, di antaranya Marius Robert Seran (Kepala SPI), Ferdi Jermias (Kabag Hubungan Langganan), Elsy E. Bengu (Kabag Teknik), dan Desy Setiawati (Kabag Administrasi & Keuangan).
Menurut Isodorus Lilijawa, audiensi ini tidak hanya bertujuan untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga membahas berbagai agenda strategis terkait pengelolaan dan penyediaan air minum di Kota Kupang yang melibatkan peran BWS Nusa Tenggara II.
“Kami menyampaikan beberapa hal penting, antara lain mengenai sumber air di Oeba yang saat ini sedang diurus oleh Perumda Air Minum dengan fasilitasi dari BWS, serta kebutuhan sumur-sumur bor melalui program P2ATD. Kami juga memohon dukungan agar setiap program dari BWS yang berkaitan dengan air minum di wilayah Kota Kupang dapat memberikan atensi kepada kami,” ujar Isodorus.
Ia menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi sambutan hangat dan dukungan langsung dari Kepala BWS Nusa Tenggara II beserta jajarannya. Bahkan, hasil pertemuan ini membuahkan kabar menggembirakan: Perumda Air Minum Kota Kupang akan mendapatkan bantuan dua unit sumur bor pada tahun anggaran 2026.
“Ini menjadi kado luar biasa bagi kami, apalagi saya baru menjabat sebagai direktur selama tiga minggu. Kepala BWS secara langsung menyampaikan dukungan berupa dua sumur bor bagi Perumda Air Minum Kota Kupang tahun depan,” ungkap Isodorus penuh syukur.
BWS Nusa Tenggara II juga meminta agar Perumda segera menyiapkan aspek teknis, seperti lokasi lahan dan identifikasi area dengan debit air yang memadai, agar pelaksanaan proyek tersebut dapat berjalan lancar tanpa kendala pada 2026.
Lebih lanjut, Isodorus menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami menyadari, Perumda Air Minum tidak bisa berjalan sendiri dengan berbagai keterbatasan dana, sarana prasarana, dan SDM. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BWS Nusa Tenggara II, demi pelayanan air bersih yang lebih baik bagi warga Kota Kupang,” tandasnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi momentum positif bagi peningkatan ketersediaan air bersih di Kota Kupang sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BWS, dan seluruh pemangku kepentingan di bidang sumber daya air. ***





