Kupang Lampion Street Market Sukses Dorong Denyut Nadi Ekonomi dan UMKM di Kota Kupang

oleh -707 Dilihat

Suarantt.id, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri sekaligus menutup kegiatan Kupang Lampion Street Market yang berlangsung selama tiga hari di ruas Jalan El-Tari, tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Minggu (8/3/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, unsur Forkopimda Kota Kupang, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTT Hengky Lianto, Ketua Kadin NTT Bobby Lianto, Ketua Hakka NTT, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Ir. Theodorus Widodo, Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, serta berbagai paguyuban masyarakat di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTT bersama seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Dia menilai kegiatan Kupang Lampion Street Market tidak hanya menjadi ruang perjumpaan dan silaturahmi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi di Kota Kupang, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selama tiga hari ini kegiatan Kupang Lampion Street Market telah menggerakkan ekonomi di Kota Kupang dan meningkatkan daya saing UMKM. Kita beri tepuk tangan untuk PSMTI yang sudah banyak membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Kupang. Hal ini mengingat karakteristik daerah yang lebih bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan.

“UMKM adalah denyut nadi ekonomi di Kota Kupang. Kita ini kota jasa dan perdagangan. Kita tidak punya banyak hasil bumi, tetapi UMKM menjadi tumpuan ekonomi kita,” katanya.

Atas kontribusi tersebut, ia kembali menyampaikan apresiasi kepada PSMTI yang dinilai telah mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing UMKM di daerah. Ia bahkan membuka peluang agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan lebih sering di masa mendatang, tidak terbatas pada momentum tertentu.

“Kalau tahun depan mau dibuat lagi, boleh juga dua kali setahun. Tidak harus saat Imlek. Bisa juga festival makanan saat Natal atau momen lainnya. Kota Kupang siap mendukung,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memaknai simbol Tahun Kuda Api sebagai inspirasi bagi pembangunan Kota Kupang.

Menurutnya, kuda melambangkan kerja keras dan kekuatan, sementara api melambangkan energi serta transformasi menuju perubahan yang lebih baik.

Ia juga menyoroti tema kegiatan “Harmoni dalam Keberagaman” yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Kota Kupang yang majemuk.

Menurutnya, harmoni bukan berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menciptakan keseimbangan di tengah keberagaman.

“Kota Kupang adalah kanvasnya, sementara kita semua adalah warna-warninya. Jika disusun dengan baik, maka akan menjadi lukisan indah bernama Kota Kupang yang maju,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kolaborasi lintas suku, agama, dan etnis demi kemajuan daerah.

Ia juga menyebutkan bahwa Kota Kupang baru saja meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran serta menerima penghargaan Cita Kota Damai dan Inklusif dari Menteri Dalam Negeri.

Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Lampion Street Market, Andree Hartanto menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 6 hingga 8 Maret tersebut dapat berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Kupang, sponsor, mitra kerja, komunitas, serta relawan.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Tegaskan Larangan Pungli di Dinas Dukcapil, Warga Diminta Berani Melapor

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 70 pelaku UMKM dengan seluruh slot yang tersedia terisi penuh. Bahkan terdapat daftar tunggu bagi pelaku usaha yang ingin bergabung dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun bersama Bank Indonesia, selama dua hari pertama kegiatan tercatat transaksi hampir mencapai Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Total transaksi selama tiga hari pelaksanaan diperkirakan mendekati Rp1 miliar.

Panitia berharap kegiatan Kupang Lampion Street Market dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari kalender event pariwisata di Kupang sekaligus menjadi ruang yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta pengembangan UMKM di daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.