Suarantt.id, Kupang-Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Nusa Tenggara Timur (NTT) menginisiasi program kolaboratif bersama perguruan tinggi untuk menangani persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem di daerah.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang menekankan percepatan penanganan kedua isu tersebut secara terintegrasi.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan nasional melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga harus hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT,” ujarnya didampingi jajarannya kepada wartawan pada Senin, 30 Maret 2026.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak yang melibatkan mahasiswa lintas perguruan tinggi. Program ini difokuskan pada intervensi langsung di masyarakat, seperti edukasi gizi, pendampingan keluarga, hingga penguatan ekonomi lokal.
Pada tahun sebelumnya, program ini telah dilaksanakan di tiga kabupaten dengan sasaran 10 desa. Tahun ini, LLDIKTI XV memperluas cakupan menjadi 14 kabupaten dengan target sekitar 100 desa serta melibatkan lebih dari 2.000 mahasiswa.
“Ekspansi ini menunjukkan komitmen kami dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi untuk pembangunan daerah, terutama dalam isu-isu prioritas nasional,” jelasnya.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari gerakan “NTT Investasi SDM” yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sinergi antara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dari sisi ekonomi, kegiatan mahasiswa di lapangan bahkan dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
LLDIKTI XV juga terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar upaya penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan aktif perguruan tinggi, diharapkan target penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT dapat tercapai, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah. ***





