Menanti Kepastian Pusat, NTT-NTB Matang Persiapkan Diri Jadi Tuan Rumah PON 2028

oleh -344 Dilihat
Wagub NTT Beri Keterangan Pers pada Minggu, 21 Desember 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan bahwa Provinsi NTT bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Saat ini, NTT-NTB hanya tinggal menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Pusat melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Hal tersebut disampaikan Wagub Johni Asadoma saat ditemui di VIP Bandara El Tari Kupang pada Minggu (21/12/2025), menanggapi berkembangnya pemberitaan terkait kesiapan Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi tuan rumah PON 2028.

Menurut Wagub Johni, penetapan tuan rumah PON telah melalui mekanisme dan prosedur yang jelas. Ia menegaskan bahwa Provinsi NTT-NTB sudah mengikuti seluruh tahapan formal yang dipersyaratkan dan kini berada pada tahap akhir menunggu keputusan pusat.

“Penentuan tuan rumah PON dilaksanakan dengan berbagai mekanismenya. Sejauh ini Provinsi NTT-NTB sudah melalui seluruh mekanisme secara formal dan saat ini tinggal menunggu SK Menteri Pemuda dan Olahraga,” ujar Wagub Johni.

Wagub Johni tidak menampik bahwa dari sisi fasilitas olahraga, Provinsi NTT maupun NTB belum sepenuhnya maksimal. Namun demikian, ia menekankan pentingnya prinsip pemerataan pembangunan olahraga secara nasional.

“Memang kita akui fasilitas-fasilitas olahraga di Provinsi NTT belum lengkap, begitu juga di Provinsi NTB. Tetapi yang perlu menjadi perhatian adalah pemerataan pembangunan, khususnya di bidang olahraga di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah PON 2028, Wagub Johni menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar mengingat kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki DKI Jakarta.

“Kalau DKI Jakarta menyampaikan kesiapan, itu hal yang wajar karena memang fasilitasnya sangat lengkap. Namun jika melihat sejarah pelaksanaan PON, wilayah utara sudah di Sulawesi Selatan, wilayah barat di Aceh-Sumatera Utara, dan wilayah timur di Papua. Saat ini tinggal wilayah selatan, dan masyarakat NTT-NTB tentu sangat berharap dapat menjadi tuan rumah sesuai penunjukan awal dan mekanisme yang telah dilalui,” tambahnya.

BACA JUGA:  PLBN Napan Resmi Dibuka, Tandai Awal Baru Perlintasan RI-RDTL

Dalam kesempatan itu, Wagub Johni juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PON XXII Tahun 2028 dapat dilakukan dengan skema kolaborasi antardaerah.

Menurutnya, venue-venue yang membutuhkan anggaran besar dapat disinergikan dengan provinsi lain yang memiliki fasilitas memadai.

“Pelaksanaan PON NTT-NTB 2028 dapat dilakukan dengan prinsip kolaborasi, baik dengan DKI Jakarta, Jawa Barat, maupun Jawa Timur. Venue yang membutuhkan biaya besar bisa dilaksanakan di daerah tersebut, sehingga ada penghematan anggaran, kolaborasi nasional, dan tetap menjunjung pemerataan serta keadilan,” jelasnya.

Wagub Johni berharap Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, segera memberikan kepastian terkait status tuan rumah PON 2028 agar daerah dapat bekerja lebih fokus dan terarah.

“Kita berharap ada keputusan yang cepat agar kita bisa menyiapkan sumber daya manusia, pembiayaan, serta kebutuhan teknis lainnya secara maksimal. NTT–NTB tetap membutuhkan dukungan dan bantuan Pemerintah Pusat untuk pembangunan fasilitas olahraga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wagub Johni menjelaskan bahwa Provinsi NTT akan memanfaatkan seluruh potensi fasilitas olahraga yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Daratan Timor, Sumba, hingga Flores, selama memenuhi persyaratan dari KONI Pusat dan PB PON.

“Kita akan memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada di seluruh wilayah NTT sepanjang memenuhi standar yang ditetapkan oleh KONI Pusat atau PB PON,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan koordinasi dengan Pengurus KONI Pusat serta melaksanakan studi tiru ke Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah PON XIX Tahun 2016.

“Koordinasi dengan KONI Pusat sudah kami lakukan, termasuk studi tiru ke Jawa Barat terkait pelaksanaan, organisasi, prestasi, hingga dampak ekonomi.

Harapannya, jika PON dilaksanakan di NTT–NTB, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” tutup mantan atlet tinju asal NTT tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.