Menteri Kebudayaan Disambut Hangat di Wisma Adonara, Wagub NTT Apresiasi Kekayaan Budaya Lamaholot

oleh -722 Dilihat
Menteri Kebudayaan Dikenakan Pakaian Adat Lamaholot Flores Timur. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Larantuka-Dalam sebuah acara ramah tamah yang berlangsung di Wisma Adonara, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, tokoh masyarakat, serta komunitas adat dan budaya dari berbagai wilayah di NTT, termasuk Flores Timur, Lembata, dan Alor.

Wagub Johni Asadoma mengungkapkan bahwa kebudayaan di NTT, terutama di wilayah Lamaholot, tidak cukup hanya dinikmati secara visual. “Kekayaan budaya di NTT sangat beragam dan unik. Semua keanekaragaman tradisi adat dan nilai-nilai budaya di NTT, seperti halnya Lamaholot, hanya bisa kita rasakan dengan kehadiran langsung. Hanya dengan datang ke sini kita bisa benar-benar merasakan dan menikmati atraksi budaya yang ada,” ujar Wagub Asadoma. Ia berharap kunjungan ini membawa dampak positif untuk pelestarian dan pengembangan budaya di seluruh NTT.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayah Lamaholot, yang mencakup Flores Timur, Lembata, dan Alor, memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari tradisi dan ritual adat, tarian, lagu, hingga ekspresi budaya lainnya. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak Menteri dan Wakil Gubernur NTT di Desa Sukutokan, Pulau Adonara. Lamaholot memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk manuskrip naskah sejarah serta Warisan Budaya Tak Benda seperti Prosesi Semanta Santa yang sudah terdaftar di tingkat nasional,” jelas Bupati Doni.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam kesempatan ini juga menyampaikan rasa syukurnya atas penyambutan hangat yang diberikan kepada dirinya. “Saya sangat bahagia bisa hadir di Bumi Lamaholot. Seperti yang disampaikan Pak Wagub, budaya itu adalah sesuatu yang hidup dan beragam. Budaya di NTT, khususnya di Lamaholot, harus kita saksikan dan nikmati langsung,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki : Tindak Tegas ASN Malas agar ‘Virus Malas’ Tak Menulari Lainnya

Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan mega-diversitas budaya, dan budaya lokal merupakan akar dari budaya nasional yang perlu dijaga kelestariannya. “Budaya adalah identitas bangsa yang harus dilestarikan dari generasi ke generasi. Tradisi seperti Semanta Santa, yang merupakan produk akulturasi budaya Portugis, juga menjadi bagian dari kekayaan budaya kita yang harus dijaga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon juga mengajak pemerintah daerah untuk lebih mengoptimalkan upaya pemajuan kebudayaan daerah, termasuk melalui pembangunan museum, penetapan cagar budaya, dan penelitian Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya, salah satunya dengan transfer ilmu dari para maestro seni daerah dan nasional.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya, khususnya di Lamaholot, yang kaya akan tradisi dan sejarah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.