Menteri Wihaji dan Gubernur NTT Kunjungi Keluarga Berisiko Stunting di Sikumana, Kota Kupang

oleh -897 Dilihat
Menteri BKKBN Didampingi Gubernur NTT dan Wawali Kupang Kunjungi Keluarga Berisiko Stunting. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji, bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, melakukan kunjungan mendadak ke Kelurahan Sikumana, Kota Kupang pada Selasa (24/6), untuk menemui langsung salah satu keluarga berisiko stunting (KRS) di wilayah tersebut.

Kunjungan ini dilakukan usai agenda ke Kabupaten Lembata dan Flores Timur dibatalkan karena erupsi Gunung Ile Lewotolok yang menyebabkan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik. “Karena tidak bisa mendarat di Larantuka, kami langsung berkoordinasi dengan Pak Gubernur dan Ibu Wakil Wali Kota untuk mengunjungi KRS di Kota Kupang. Dan setelah dicek, memang betul kondisi anak dalam keluarga tersebut masuk dalam kategori stunting,” ungkap Menteri Wihaji saat meninjau rumah keluarga Jeni Humsibu.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Drg. Iien Adriany, M.Kes., dan Penjabat Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega.

Menurut Menteri Wihaji, prevalensi stunting di NTT masih cukup tinggi, namun pemerintah pusat optimis upaya kolaboratif dengan pemerintah daerah akan mempercepat penurunan angka stunting. “Edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya gizi dan tumbuh kembang anak harus terus diperkuat,” tegasnya.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasinya kepada Mendukbangga/Kepala BKKBN RI atas perhatian yang besar terhadap persoalan stunting di wilayah NTT. “Kami akan tindak lanjuti temuan dan arahan Pak Menteri, dan bersama seluruh kepala daerah di NTT, kami akan berkomitmen kuat menurunkan angka stunting sesuai target nasional,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa angka stunting di Kota Kupang menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun, namun tetap membutuhkan upaya intensif dalam hal monitoring, evaluasi, serta edukasi. “Kami juga sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat agar sinergi antara pusat dan daerah terus terjalin baik,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Kota Kupang Siap Implementasikan Program Kesehatan Nasional

Sebagai bentuk perhatian, Menteri Wihaji turut menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga berisiko stunting yang dikunjungi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan menjadi bagian dari upaya intervensi jangka pendek yang dilakukan pemerintah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.