NTT Masuk 14 Provinsi Prioritas, Kemenko PMK Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Kupang

oleh -294 Dilihat
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Menko PMK Pose Bersama Sekda dan TP PKK Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu dari 14 provinsi prioritas nasional dalam penanganan stunting. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mendorong percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut, termasuk di Kota Kupang.

Upaya itu kembali ditegaskan saat Tim Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK melakukan kunjungan kerja di Gereja Santo Petrus Tuak Daun Merah (TDM), Jumat (17/10/2025). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting di NTT.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap isu stunting yang masih menjadi tantangan serius di daerah.

“Kami sangat menghargai kehadiran Bapak Ibu dari Kemenko PMK yang telah datang langsung untuk berdiskusi mengenai penanganan stunting di daerah kami. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujar Jeffry.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM menegaskan bahwa pemerintah menargetkan penurunan angka stunting nasional menjadi 18,7 persen pada tahun 2026. Ia menambahkan, NTT menjadi fokus utama karena prevalensinya masih tergolong tinggi dibanding rata-rata nasional.

“Pendampingan harus dilakukan sejak dini, dari hulu ke hilir mulai dari perempuan usia produktif, ibu hamil, hingga balita. Jika semua perangkat daerah bekerja secara terintegrasi, kami yakin target nasional bisa tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Agung Ngurah Suarnawa, melaporkan bahwa per Agustus 2025 tercatat 3.377 kasus stunting di Kota Kupang atau sekitar 29 persen dari total jumlah balita.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, terus melakukan berbagai langkah konkret, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas 369 kader posyandu untuk memantau pertumbuhan balita secara rutin di seluruh wilayah kota.

BACA JUGA:  BBWS Nusa Tenggara II Janji Bantu Reservoar dan Penataan DAS Oebufu Usai Terima Aspirasi Warga

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Kemenko PMK, antara lain Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Jelsi Natalia Marampa, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan dr. Nancy Dian Anggraeni, dan Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Kesehatan Redemtus Alfredo Sani Fenat.

Melalui kunjungan ini, Kemenko PMK berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga upaya menekan angka stunting di NTT khususnya di Kota Kupang dapat berjalan lebih cepat dan efektif. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.