NTT Siap Jalankan Proyek Ketahanan Iklim GCF untuk 45.000 Petani Kecil di 12 Kabupaten

oleh -1834 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Rapat Ketahanan Iklim GCF. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat strategis terkait pendanaan proyek Green Climate Fund (GCF) secara virtual dari Ruang Rapat Gubernur, Kamis (10/7). Rapat tersebut membahas proposal proyek penguatan ketahanan iklim bagi petani kecil di NTT yang digagas melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT, National Designated Authority (NDA) Kementerian Keuangan, dan United Nations Development Programme (UNDP).

Rapat turut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, para Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTT, serta para Bupati dari 12 kabupaten penerima manfaat proyek. Hadir pula secara daring Sekretaris Daerah NTT, serta perwakilan UNDP Indonesia yakni Siprianus Bate Soro selaku Team Leader ad interim for Risk, Resilience, and Governance Unit, dan Budi Gunawan sebagai Programme Research Manager.

Dalam paparannya, Siprianus menyampaikan bahwa proyek yang akan dijalankan selama enam tahun ini merupakan hibah dari GCF dan bertujuan memperkuat ketahanan petani kecil terhadap dampak perubahan iklim. Program ini menyasar sekitar 45.000 rumah tangga petani di 12 kabupaten: Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ende, Manggarai Barat, Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.

“Proyek ini akan memperkuat kebijakan sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan iklim para petani kecil melalui pengembangan komoditas lokal unggulan,” jelas Siprianus.

Adapun komoditas yang menjadi fokus proyek di masing-masing kabupaten adalah sebagai berikut:

  • Alor: padi, kopi (arabika & robusta), kelapa
  • Flores Timur: padi, kopi (arabika & robusta), kelapa, kakao
  • Lembata: padi, kelapa
  • Sikka: padi, kelapa, jambu mete, kakao
  • Ende: kopi robusta, kelapa, jambu mete
  • Manggarai Barat: kopi robusta
  • Kupang & TTS: padi
  • Sumba Barat: jagung
  • Sumba Barat Daya: jagung, kelapa, jambu mete
  • Sumba Tengah: jagung, jambu mete
  • Sumba Timur: jagung, kelapa, jambu mete
BACA JUGA:  BLUD SPAM NTT Genjot Layanan Air Bersih, Siap Gandeng Pemkot dan Kabupaten Kupang

Menurut Budi Gunawan, proyek ini akan menghasilkan tiga keluaran utama:

  1. Terbangunnya kerangka kelembagaan dan lingkungan yang mendukung pertanian tangguh iklim.
  2. Meningkatnya ketahanan iklim bagi petani kecil melalui praktik budidaya yang inovatif dan adaptif.
  3. Terbukanya akses pembiayaan dan pasar bagi petani untuk mendukung pertanian berkelanjutan berbasis ketahanan iklim (Climate-Resilient Agriculture/CRA).

Gubernur Melki Laka Lena dalam arahannya menekankan pentingnya percepatan langkah teknis guna merealisasikan proyek ini.
“Pasca pertemuan ini, kita butuh langkah-langkah teknis yang mendukung agar program ini cepat terealisasi. Kita akan pastikan agar program ini segera diputuskan dan dilaksanakan,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Wakil Gubernur Johanis Asadoma berharap pendanaan penuh proyek berasal dari UNDP dan Kementerian Keuangan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Proyek ini diharapkan menjadi langkah nyata Provinsi NTT dalam memperkuat ketahanan petani kecil terhadap perubahan iklim dan mendorong pertanian yang inklusif, inovatif, serta berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.