Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital saat menghadiri kegiatan Pembekalan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula El Tari Kupang, Jumat (23/1/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak semata ditentukan oleh pesatnya perkembangan teknologi, melainkan oleh kekuatan karakter generasi mudanya.
“Sesungguhnya, masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa cepat teknologi berkembang, tetapi oleh seberapa kuat karakter generasi mudanya,” ujar Gubernur Melki di hadapan para peserta pembekalan.
Gubernur menjelaskan bahwa KKRI merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter kebangsaan, berdisiplin, memiliki wawasan bela negara, serta berjiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak dini,” katanya.
Ia menilai bahwa perkembangan teknologi informasi di era digital memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk mengakses ilmu pengetahuan dan jejaring global. Namun di sisi lain, menurutnya, era digital juga membawa berbagai tantangan serius, seperti penyebaran hoaks, pengaruh negatif media sosial, lunturnya nilai kebangsaan, serta menurunnya kedisiplinan dan etika.
“Oleh karena itu, diperlukan pembinaan karakter yang kuat, penguatan nilai kebangsaan, serta kemampuan literasi digital agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap berpegang pada jati diri bangsa,” tambahnya.
Gubernur Melki menilai Program KKRI sangat relevan dalam menyiapkan generasi emas masa depan yang unggul dalam penguasaan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila. Program ini, menurutnya, sejalan dengan tujuan membentuk generasi muda yang disiplin, berintegritas, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki rasa cinta tanah air dan tanggung jawab kebangsaan.
Melalui pembekalan ini, Gubernur berharap para pelajar semakin memahami makna dan tujuan KKRI serta terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut ke depan.
Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, dalam arahannya menjelaskan bahwa KKRI merupakan program pembinaan karakter nasionalis bagi pelajar SMA dan SMK yang digagas oleh TNI. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus melatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, dan semangat bela negara.
“Generasi saat ini tidak terlepas dari dunia digital. Jika tidak dibarengi dengan pembinaan karakter, hal ini dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia. KKRI hadir untuk mendorong pelajar melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan maupun perguruan tinggi, sekaligus memperkuat karakter, iman, dan semangat juang bagi bangsa,” ujar Letjen TNI Gabriel Lema.
Kegiatan pembekalan KKRI Gelombang IV ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta para siswa dan siswi dari sejumlah SMA, SMK, SMP, dan Madrasah Aliyah di Kota Kupang.
Untuk diketahui, Program Korps Kadet Republik Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 2025 dan ke depan akan diperluas ke seluruh Indonesia sebagai wadah strategis dalam menyiapkan kader bangsa yang tangguh, berintegritas, serta berjiwa kebangsaan. ***





