Pemerintah Pusat Dukung OVOP, UMKM NTT Siap Tembus Pasar Global

oleh -379 Dilihat
Menteri Kehutanan Pose Bersama Gubernur dan Kepala Daerah se-NTT di Jakarta. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Jakarta-Program unggulan One Village One Product (OVOP) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Dalam pertemuan di Jakarta pada Jumat (21/03/2025) malam, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Desa Riza Patria, dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri sepakat untuk mendorong produk unggulan desa-desa di NTT agar berkembang dan mampu bersaing di pasar internasional.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir bersama para kepala daerah se-NTT, menyampaikan permintaan dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Menurutnya, potensi lokal NTT harus dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penguatan pasar produk unggulan.

Dukungan Kementerian untuk Pengembangan OVOP

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kementeriannya siap membantu dalam pemetaan dan inventarisasi kawasan hutan di NTT, terutama terkait dengan perizinan pemanfaatan lahan yang sering menjadi kendala bagi masyarakat desa.

“Kami akan menyelesaikan persoalan lahan dengan solusi yang menguntungkan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” ujarnya. Ia juga menyoroti potensi hasil hutan seperti kayu, rotan, dan madu hutan sebagai bahan baku industri kreatif yang dapat mendukung pertumbuhan UMKM di NTT.

Wakil Menteri Desa Riza Patria menyoroti tiga tantangan utama desa-desa di NTT, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan akses permodalan. Untuk mengatasi hal ini, Kemendes menggagas program Bapak/Ibu Asuh Desa, yang melibatkan pejabat negara dalam mendampingi desa tertentu guna membantu edukasi, promosi, dan kemandirian ekonomi desa.

Selain itu, Kemendes akan menggandeng perguruan tinggi dan organisasi masyarakat untuk mengirim mahasiswa dan aktivis ke desa-desa guna memberikan pelatihan bagi masyarakat lokal.

Dari sisi pemasaran, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan akan membantu memasarkan produk unggulan desa di NTT ke pasar global.

“Kami siap mempromosikan UMKM NTT ke 33 negara dan membantu meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor,” katanya. Ia menilai produk lokal NTT seperti tenun ikat, kopi, garam organik, dan hasil laut memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.

Gubernur NTT Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program OVOP.

“Kami berharap program ini berjalan dengan baik dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTT. Dengan dukungan pemerintah pusat, produk unggulan desa bisa semakin berkembang dan memiliki daya saing global,” ujar Melki.

Dengan kolaborasi lintas kementerian, program OVOP diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di NTT, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengangkat potensi lokal ke tingkat nasional dan internasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.