Wawali Kupang Bersama Komunitas Alumni Australia NTT, Bahas Kolaborasi untuk Pembangunan Kota

oleh -9531 Dilihat
Wawali Kupang Beraudiensi dengan Komunitas Alumni Australia. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menerima audiensi dari Komunitas Alumni Australia NTT di ruang kerjanya, Jumat (21/03/2025). Pertemuan ini bertujuan memperkuat dukungan terhadap implementasi program-program prioritas Pemerintah Kota Kupang guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua Komunitas Alumni Australia NTT, Lumongga E. Simanjuntak, Sekretaris Maria T. Poso Teku, Bendahara Irmasari W. Nenobais, serta pengurus lainnya. Dalam kesempatan itu, Lumongga memaparkan visi komunitas yang sejak berdiri pada Januari 2023 telah berfokus pada peningkatan akses pendidikan berkualitas, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan UMKM.

“Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap perkembangan daerah, kami berkomitmen untuk mendukung program-program prioritas Pemkot Kupang, terutama dalam pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Lumongga.

Pemkot Kupang Fokus pada Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan UMKM

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama dalam 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Wali Kota Kupang.

“Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat terus berkolaborasi dengan Komunitas Alumni Australia NTT untuk menciptakan perubahan signifikan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan reformasi birokrasi. Kami berkomitmen mewujudkan kota yang lebih bersih dan sehat,” kata Serena.

Dalam pertemuan ini, juga dibahas program kursus bahasa Inggris gratis untuk siswa SMA dan mahasiswa, dengan rencana perluasan bagi siswa SD dan SMP. Selain itu, komunitas ini aktif dalam kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk korban bencana, serta webinar dan podcast tentang perubahan iklim dan kesetaraan gender.

Isu pengelolaan sampah menjadi perhatian utama. Pemkot Kupang tengah merencanakan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan, serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah secara mandiri. Upaya peningkatan kapasitas pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan dan penerapan motor listrik pengangkut sampah juga turut dibahas.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan sampah adalah isu kompleks yang membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Dengan kolaborasi ini, kami yakin tantangan tersebut dapat kita atasi bersama,” pungkas Serena.

Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara Pemkot Kupang dan berbagai elemen masyarakat guna mendorong pembangunan yang lebih baik, khususnya di bidang pendidikan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan UMKM. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.