Pemkot Kupang dan Sinode GMIT Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan Ekonomi Jemaat

oleh -6766 Dilihat
Wawali Kota Kupang Terima Pengurus BPAPE Sinode GMIT. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menerima audiensi dari Badan Pengelolaan Aset dan Pemberdayaan Ekonomi (BPAPE) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Jumat (11/04), di ruang kerjanya, Lantai II Kantor Wali Kota Kupang. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan gereja dalam pengelolaan aset produktif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua BPAPE, Pdt. Yunus Kay Tulang, Sekretaris BPAPE, Pdt. Markus Leunupun, serta Sekretaris Badan Keadilan dan Perdamaian Sinode GMIT, Pdt. Fredom Radjah. Mereka menyampaikan komitmen gereja untuk turut menjawab tantangan sosial masyarakat melalui pengelolaan aset dan program ekonomi berbasis jemaat.

“Gereja tidak bisa hanya berdoa dari mimbar. Sudah saatnya kami hadir sebagai pelaku perubahan,” tegas Pdt. Yunus. Ia menyebut sejumlah aset gereja di Kota Kupang, seperti di Oeba, Bakunase, Rukun Jaya, dan Petuk, yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, kini akan diarahkan menjadi lahan produktif guna meningkatkan kesejahteraan jemaat.

Sinode GMIT telah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi berupa pengembangan kebun buah, peternakan ayam, dan hortikultura. Salah satu proyek percontohan akan dimulai di wilayah Petuk dengan melibatkan pemuda gereja secara aktif. “Jika gereja dan pemerintah bersatu dalam misi sosial ini, Kupang akan bergerak menuju perubahan besar—dari kota doa menjadi kota karya nyata,” imbuhnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana pembangunan kolam ikan serta kebutuhan akses infrastruktur dasar seperti jalan masuk, tiang listrik, dan tempat sampah di lingkungan Kantor Sinode GMIT. Selain itu, isu legalitas lahan dan bangunan gereja tanpa IMB turut menjadi perhatian, dengan harapan mendapat fasilitasi dari Pemkot Kupang.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dorong Penguatan Pembangunan Berbasis Kependudukan Lewat Penyusunan GDPK Lima Pilar

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Serena menyambut baik inisiatif Sinode GMIT dan menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung secara penuh, mulai dari pendataan aset, penyediaan akses infrastruktur, hingga pengembangan UMKM dan urban farming.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Apalagi jika gereja melibatkan pemuda dalam program hidroponik, peternakan, dan pengelolaan pasar. Kami sedang siapkan Sunday Market, agar jemaat bisa langsung memasarkan produk usai kebaktian,” ujarnya.

Serena juga menambahkan bahwa konsep urban farming seperti hidroponik sangat cocok diterapkan di lahan-lahan terbatas di perkotaan. Bahkan, Pemkot sedang mengkaji pengembangan peternakan ayam petelur di atas aset pemerintah sebagai upaya membuka lapangan kerja baru.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan Kota Kupang dapat membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, humanis, dan berbasis nilai-nilai keimanan serta kearifan lokal. ***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.