Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya air secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal ini disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Terpadu Kota Kupang periode 2026-2028 di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Kamis (30/4/2026).
Audiensi yang dipimpin Ketua Forum, Roddialek Pollo, menjadi momentum awal penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjawab tantangan krisis air yang semakin kompleks di Kota Kupang.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas inisiatif forum yang menghimpun berbagai unsur, mulai dari akademisi, praktisi, hingga komunitas peduli lingkungan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya demi keberlanjutan sumber daya air.
“Saya percaya, pertumbuhan dimulai dari kemauan untuk mendengar. Pemerintah Kota Kupang siap membuka ruang selebar-lebarnya untuk kolaborasi. Apa pun yang bisa kita kerjakan bersama di 2026, mari kita wujudkan,” ujar Christian Widodo.
Dia juga menegaskan kesiapan pemerintah dalam mendukung program-program forum, baik melalui fasilitasi kegiatan, dukungan logistik, hingga penyediaan ruang sekretariat. Menurutnya, kerja sama yang komunikatif dan responsif menjadi kunci keberhasilan pengelolaan air yang berkelanjutan.
“Kalau ada kebutuhan, langsung komunikasikan. Prinsip saya jelas: harus komunikatif, responsif, dan kita support penuh. Ini kerja-kerja baik yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.
Ketua Forum, Roddialek Pollo, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan inisiatif masyarakat yang bertujuan membantu pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu.
Ia menilai, persoalan air di Kota Kupang tidak dapat ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu pemerintah. Forum ini terdiri dari berbagai unsur, dari ilmuwan, praktisi hingga komunitas. Semua bergerak bersama untuk satu tujuan, yakni menjaga keberlanjutan air,” jelasnya.
Dia juga menyoroti pentingnya langkah preventif, seperti konservasi daerah aliran sungai (DAS) serta penguatan kebijakan berbasis lingkungan guna menghadapi potensi krisis air dalam satu dekade ke depan.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Forum, Ani Talan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai aksi nyata bahkan sebelum forum dikukuhkan secara resmi. Kegiatan tersebut meliputi penanaman ratusan pohon di kawasan DAS, pengembangan lubang biopori di 10 kelurahan, hingga pembentukan forum kecil penjaga DAS di tingkat masyarakat.
Dari sekitar 270 pohon yang telah ditanam, tingkat keberhasilannya mencapai lebih dari 90 persen. Selain itu, forum juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait konservasi air serta pelaporan kebocoran jaringan air bersih.
“Kami tidak hanya bicara konsep, tetapi sudah bergerak di lapangan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tinggal bagaimana kita memperkuat kolaborasi agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Ani.
Dalam audiensi tersebut, turut hadir Pengarah Forum Dr. Ludji Michael Riwu Kaho, Wakil Ketua I Hijayas U. Mode, Wakil Ketua II Juliani F. Talan, Sekretaris Rahmat Mukolang, dan Bendahara Nofdi Pono. Wali Kota Kupang juga didampingi Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, Kabag Prokopim Elia C. Tiara, serta Plt. Kabag Umum Hubertus Mani.
Sebagai tindak lanjut, disepakati rencana pengukuhan pengurus Forum Pengelolaan SDA Terpadu Kota Kupang dalam waktu dekat. Wali Kota bahkan mengusulkan agar pelantikan digelar di Aula Rumah Jabatan sebagai simbol dukungan penuh pemerintah terhadap gerakan kolaboratif tersebut. ***





