Pemkot Kupang Tegaskan Komitmen Eliminasi Kanker Serviks Lewat Sosialisasi “Road to Zero HPV”

oleh -1774 Dilihat
Wali Kota Kupang Buka Kegiatan Sosialisasi Road to Zero HPV. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan kanker leher rahim (serviks) melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka kegiatan Sosialisasi Road to Zero HPV: Langkah Berkelanjutan dalam Pencegahan Kanker Leher Rahim untuk Perempuan Indonesia, yang digelar di Hotel Harper Kupang pada Sabtu (12/7/25).

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan Forkopimda Kota Kupang, Ketua Permabudi NTT Indra Effendy, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Direktur PT. CML Metro Medica, pimpinan Bio Farma, narasumber, camat dan lurah, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta penanggung jawab program IVA dan imunisasi se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas adalah bagian dari visi besar Pemkot Kupang. “Kata berkualitas bukan hanya soal pendidikan, tapi juga kesehatan. Manusia yang sehat adalah fondasi utama pembangunan daerah,” ungkapnya.

Mengacu pada data terbaru, lebih dari 36 ribu kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahun di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 21 ribu. Ironisnya, sekitar 70 persen kasus tersebut baru terdeteksi pada stadium lanjut akibat rendahnya deteksi dini. Karena itu, Wali Kota menekankan tiga strategi penting dalam pencegahan kanker serviks: edukasi dan sosialisasi, vaksinasi HPV, serta skrining berkala.

“Jika ketiga langkah ini dijalankan secara konsisten, maka upaya pencegahan dapat lebih optimal. Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah dibandingkan pengobatan,” tegasnya.

Meski menghadapi tantangan anggaran dan kebijakan efisiensi, Wali Kota memastikan bahwa program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi prioritas. “Kita harus berhemat agar kegiatan langsung seperti hari ini tetap bisa berjalan. Ini adalah bentuk pengorbanan bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Terima Bantuan Riset Rp1 Miliar dari Undana untuk Dukung Kebijakan Berbasis Data

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Penanganan kanker serviks ini bukan perjalanan pendek. Ini perjalanan panjang yang harus ditempuh bersama. Kalau kita mau cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tapi kalau ingin berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” ujarnya penuh semangat.

Terkait aspek teknis vaksinasi, dr. Christian menjelaskan bahwa anak di bawah 15 tahun memerlukan dua dosis vaksin HPV dengan jarak 6–12 bulan, sementara yang berusia di atas 15 tahun memerlukan tiga dosis. “Komitmen itu penting di awal, tapi tanpa konsistensi, program ini tidak akan mencapai hasil,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, dalam laporannya menyebutkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan. Kota Kupang, menurutnya, telah melakukan skrining terhadap lebih dari 18 ribu perempuan pada tahun 2024 dan menjadi lokasi pilot project pemeriksaan HPV-DNA melalui metode co-testing IVA.

Selain program nasional vaksinasi HPV untuk anak sekolah, Pemkot Kupang juga tengah mengembangkan vaksinasi untuk perempuan dewasa. Hal ini sebagai bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program pencegahan.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong partisipasi aktif perempuan dalam vaksinasi dan deteksi dini, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat. Program “Road to Zero HPV” diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi perempuan di Kota Kupang.

Dengan dukungan lintas sektor dan komitmen semua pihak, Kota Kupang optimis dapat mempercepat eliminasi kanker serviks dan menjadi percontohan nasional dalam upaya pencegahan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini ini. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.