Pemprov NTT Tugaskan Kantor Badan Penghubung Jakarta Dongkrak PAD dan Promosi Potensi Daerah

oleh -100 Dilihat
Wagub NTT Pose Bersama Kepala Badan Penghubung Jakarta dan Jajarannya. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Jakarta-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Badan Penghubung Provinsi NTT yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam Raya Nomor 42, Jakarta Selatan pada Jumat (9/1/2026). Kedatangan Wagub NTT disambut langsung oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Setyawati, bersama seluruh jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan arahan strategis terkait fokus Pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2026, khususnya dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dia menegaskan bahwa awal tahun merupakan momentum penting untuk menetapkan arah kebijakan serta memperkuat kinerja perangkat daerah agar lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan.
Johni Asadoma mengungkapkan bahwa target PAD Provinsi NTT tahun 2025 sebesar Rp1,7 triliun belum tercapai secara optimal, dengan realisasi hingga 31 Desember 2025 mencapai sekitar Rp1,3 triliun atau 73–73,5 persen. Meski demikian, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi NTT berencana menetapkan target PAD yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp2,8 triliun.

“Seluruh perangkat daerah harus mampu menggali potensi yang ada, menutup kebocoran, serta meningkatkan kinerja melalui kerja cerdas, kerja keras, dan kolaborasi. Semua perencanaan harus terukur, terarah, dan tepat sasaran,” tegas Wagub Johni.

Lebih lanjut, Wagub menekankan peran strategis Badan Penghubung Provinsi NTT sebagai salah satu kontributor PAD. Pada tahun 2025, Badan Penghubung ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp200 juta dan berhasil merealisasikan Rp229.400.000. Untuk tahun 2026, target tersebut direncanakan meningkat menjadi sekitar Rp400 juta.

Optimalisasi aset dan fasilitas menjadi salah satu fokus utama, antara lain melalui pemanfaatan ruang rapat, pengembangan layanan penunjang, serta pengelolaan inventaris secara profesional dan berkelanjutan.

Selain peningkatan PAD, Wakil Gubernur juga menyoroti sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Badan Penghubung diharapkan berperan aktif dalam mempromosikan potensi unggulan NTT, penyelenggaraan berbagai event, serta memfasilitasi kerja sama investasi.

“Sektor perikanan juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dipromosikan, seiring meningkatnya minat terhadap wisata bahari dan produk perikanan sehat dari NTT,” ungkap Johni Asadoma.

Wakil Gubernur turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Badan Penghubung. Seluruh personel diharapkan memiliki pemahaman yang kuat terhadap data, potensi, dan isu strategis daerah sebagai bekal dalam menjalankan tugas promosi dan pelayanan.

Ia juga menjelaskan bahwa aset milik Pemerintah Provinsi NTT dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga berdasarkan hasil appraisal dan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk aset yang berada di Bandung, Depok, dan Yogyakarta.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja Badan Penghubung Provinsi NTT, serta mendorong kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan PAD dan pembangunan Provinsi NTT secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.