Pemuda Muhammadiyah NTT Ingatkan Warga Waspada Hoaks Jelang Ramadhan 1447 H

oleh -314 Dilihat
Ketua PWPM NTT, Amir Imran Patiraja, dan Sekretaris Rahmat Taufik Lamadike. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (PWPM NTT) mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan ujaran kebencian menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dalam pernyataan resminya, PWPM NTT menyampaikan ucapan selamat menyambut Ramadhan sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah derasnya arus informasi digital.
“Marhaban ya Ramadhan. Semoga bulan suci kali ini menjadi waktu refleksi, pembaruan, dan semangat dalam bekerja dan berkarya. Semoga setiap aktivitas kita senantiasa bernilai ibadah,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Organisasi kepemudaan di bawah naungan Muhammadiyah itu menekankan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, provokasi, maupun akun-akun media sosial yang sengaja memecah belah kerukunan antar umat beragama di NTT.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat NTT untuk mempererat kerukunan antar umat beragama dalam silaturahmi antar sesama. Jangan gampang terpengaruh berita hoaks, bijak dalam menggunakan media sosial, serta jauhi ujaran kebencian,” tulis PWPM NTT.
Menurut mereka, kewaspadaan terhadap hoaks dan provokasi menjadi kunci menciptakan harmoni sosial serta memperkuat persatuan bangsa, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan keberagaman agama dan budayanya.
Pernyataan tersebut ditandatangani Ketua PWPM NTT, Amir Imran Patiraja, dan Sekretaris Rahmat Taufik Lamadike. Amir Imran Patiraja diketahui memimpin PWPM NTT periode 2023–2027 dan selama ini aktif menyuarakan isu pemberdayaan pemuda, literasi politik, serta pentingnya menjaga toleransi di wilayah timur Indonesia.
PWPM NTT berharap momentum Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Februari–Maret 2026 ini dapat menjadi sarana memperkuat empati, kasih sayang, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Mereka juga mengajak generasi muda untuk menjadikan bulan suci sebagai ajang meningkatkan kualitas diri sekaligus menebar kebaikan.
“Ramadhan adalah momentum mempererat persaudaraan dan menjaga kedamaian di tengah tantangan era digital. Mari kita sambut dengan hati yang bersih dan semangat persatuan,” tutup pernyataan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.