Pemkot Kupang Perkuat Program Kota Kupang Bebas Hoaks

oleh -987 Dilihat
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt Buka Pelatihan Duta Anti Hoaks 2025 di Rujab Wali Kota Kupang pada Jumat, 5 Desember 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Duta Anti Hoaks Tahun 2025 bagi perwakilan 51 kelurahan se-Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat (5/12/2025).

Dalam sambutannya, Jeffry Pelt menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam memerangi penyebaran hoaks di lingkungan masing-masing.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih karena Bapak-Ibu telah bersedia hadir dan mengikuti pelatihan ini serta siap menjadi duta anti hoaks, dimulai dari keluarga masing-masing,” ujarnya.

Jeffry menegaskan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital. Bahkan, anak-anak pun kini sudah akrab dengan penggunaan telepon genggam.

“Teknologi sangat membantu kehidupan kita. Namun, jika disalahgunakan, justru bisa merusak banyak hal,” katanya.

Ia menyoroti fenomena penyebaran informasi palsu yang jauh lebih cepat dibandingkan informasi yang benar. Menurutnya, berita baik cenderung cepat dilupakan, sementara hoaks justru bertahan lama dan terus berulang.

“Berita baik biasanya cepat hilang, tetapi hoaks bisa hidup lama di tengah masyarakat. Bahkan ada hoaks dari tahun 2019 yang sampai sekarang masih kita dengar,” jelasnya.

Jeffry juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Ia mencontohkan kebiasaan sebagian orang yang langsung memotret kejadian di jalan dan membagikannya ke media sosial tanpa mengetahui kebenarannya.

“Pertanyaannya, apa yang kita dapat? Kadang justru menambah masalah. Karena itu kita harus hati-hati sebelum menekan tombol ‘bagikan’,” tegasnya.

BACA JUGA:  MUI Kota Kupang Cabut Larangan Membeli Daging dari RPH Bimoku

Ia berharap, melalui pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, para peserta memiliki kemampuan untuk memfilter informasi sebelum disebarkan.

“Gunakan jari Anda untuk melakukan hal yang baik. Kita tidak harus melakukan hal besar untuk bermanfaat bagi orang lain. Tindakan kecil seperti memfilter informasi saja sudah sangat berarti,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan yang juga Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kupang, Joseph Leonard Kale, dalam laporannya menyampaikan bahwa hoaks dan disinformasi telah menjadi ancaman serius bagi keharmonisan sosial dan stabilitas pembangunan daerah.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Kupang telah meluncurkan program Kota Kupang Bebas Hoaks sebagai sistem klarifikasi cepat dan terpercaya bagi masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat ekosistem literasi digital menuju terwujudnya masyarakat cerdas sebagai fondasi smart city,” jelas Joseph.

Ia menerangkan, pelatihan ini bertujuan mencetak duta anti hoaks di setiap kelurahan yang mampu menjadi filter informasi serta jembatan komunikasi yang kredibel antara pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas teknis peserta dalam mengenali anatomi hoaks, melakukan cek fakta secara mandiri, serta menerapkan teknik pencegahan dan pembongkaran hoaks.

“Kegiatan ini juga membangun kemitraan strategis antara pemerintah, aparat penegak hukum, komunitas anti hoaks, dan masyarakat dalam menanggulangi isu informasi palsu, terutama yang berkaitan dengan kebijakan dan layanan publik,” tambahnya.

Diikuti 130 Peserta dari 51 Kelurahan

Pelatihan Duta Anti Hoaks Tahun 2025 ini diikuti oleh 130 peserta yang merupakan perwakilan dari 51 kelurahan se-Kota Kupang. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, dengan rangkaian materi meliputi aspek literasi digital, teknik cek fakta, penguatan kapasitas penyusunan rencana aksi, hingga materi tentang aspek hukum dan sanksi pidana penyebaran hoaks.

BACA JUGA:  Ketua DPD PNI NTT: Kami Dukung Program MBG, Fokus di Daerah 3T untuk Layani Masyarakat Desa

Pada puncak kegiatan, para peserta akan dikukuhkan secara resmi sebagai Duta Anti Hoaks Kota Kupang.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap masyarakat semakin tangguh terhadap arus informasi, mampu memfilter berita dengan bijak, serta bersama-sama mewujudkan Kota Kupang yang cerdas, aman, dan bebas dari hoaks. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.