Kota Kupang dan Provinsi NTT Jadi Jawara TP2DD Nusampua 2025

oleh -1212 Dilihat
Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang Kembali Menorehkan Prestasi Membanggakan di Tingkat Regional. (Foto Humas Perwakilan BI NTT)

Suarantt.id, Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kota Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Keduanya berhasil meraih Penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik Kesatu untuk kategori provinsi dan kota di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (Nusampua) pada ajang Championship TP2DD Tahun 2025.

Selain itu, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Sumba Barat juga turut mengharumkan nama NTT dengan meraih TP2DD Terbaik Kedua dan Ketiga untuk kategori kabupaten di wilayah Nusampua.

Penghargaan tersebut pertama kali diumumkan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang digelar di Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, pada 28 November 2025. Acara bergengsi tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Selanjutnya, pengumuman hasil keseluruhan Championship TP2DD 2025 kembali disampaikan pada Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah P2DD Tahun 2025 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, pada 1 Desember 2025.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan apresiasi kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang dinilai berkontribusi aktif dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada pemerintah daerah dengan program pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) terbaik.

Capaian ini menjadi bukti kuat sinergi dan kolaborasi yang terjalin erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan serta memperluas implementasi elektronifikasi transaksi, termasuk pemanfaatan QRIS dan kanal pembayaran digital lainnya. Program ETPD juga terbukti menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong akselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi NTT.

Hingga November 2025, total PAD seluruh pemerintah daerah di NTT tercatat telah mencapai Rp2,42 triliun. Sementara itu, pertumbuhan transaksi menggunakan QRIS di NTT juga terus meningkat secara signifikan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 35,5 juta transaksi QRIS, atau tumbuh 80,19 persen (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 19,71 juta transaksi.

Dari sisi nominal, nilai transaksi QRIS di NTT sepanjang 2025 mencapai Rp3,46 triliun, tumbuh 46,92 persen (year on year) dibandingkan tahun 2024 yang tercatat senilai Rp2,35 triliun. Jumlah merchant pengguna QRIS hingga Oktober 2025 juga mengalami peningkatan menjadi 303 ribu merchant, atau tumbuh 17,8 persen (year to date) dibanding Desember 2024 sebanyak 257 ribu merchant. Sementara jumlah pengguna QRIS di NTT tercatat mencapai 322 ribu orang, tumbuh 5,63 persen (year to date) dibanding Desember 2024 yang sebanyak 305 ribu pengguna.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama seluruh pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya berkomitmen untuk terus mendorong percepatan digitalisasi melalui peningkatan implementasi ETPD demi mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang semakin transparan, efisien, dan akuntabel. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.