Penjabat Gubernur NTT Tinjau Lokasi Longsor di Batu Putih TTS, Apresiasi Gerak Cepat Penanganan

oleh -596 Dilihat
Penjabat Gubernur NTT didampingi Kepala BPJN NTT dan Kalak BPBD NTT Tinjau Lokasi Longsor di Batu Putih-TTS pada Rabu, 29/01/25. (Foto Biro Adpim NTT)

Suarantt.id, So’e-Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto, meninjau langsung lokasi longsor yang terjadi di Batu Putih, tepatnya di batas Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) STA 78+800 pada Rabu siang (29/1/2025). Turut hadir mendampingi kunjungan tersebut Penjabat Ketua TP PKK Provinsi NTT, Santi Ambarwati, dan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTT, Cornelis Wadu.

Longsor yang terjadi pada Selasa sore (28/1/2025) sekitar pukul 16.00 WITA tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan akses jalan Batu Putih-TTS tertutup material longsor selama kurang lebih empat jam, sehingga arus lalu lintas terganggu. Pemda setempat bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dengan menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan.

Dalam keterangannya, Penjabat Gubernur Andriko mengapresiasi respons cepat yang dilakukan pihak terkait.

“Saya berterima kasih kepada Balai Jalan serta Pemda setempat yang sudah bekerja cepat. Dalam waktu sekitar empat jam alat berat langsung turun dan akses jalan kembali terbuka. Sekarang kondisi lalu lintas sudah mulai lancar,” ujarnya.

Selain itu, Andriko juga meminta agar perbaikan kerusakan jalan dapat segera dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas dari TTS ke Kupang kembali normal.

Imbauan Siaga Hadapi Curah Hujan Tinggi

Dalam kesempatan yang sama, Andriko mengimbau seluruh kabupaten/kota di NTT agar waspada menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi akibat curah hujan yang tinggi, khususnya menjelang puncak musim hujan pada Februari mendatang.

“Kepada Pemda setempat, agar terus membangun koordinasi lintas sektor dengan BMKG, Balai Wilayah Sungai, dan Balai Jalan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana seperti longsor, banjir, angin kencang, maupun petir,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Apresiasi Inisiatif UCB Galakkan Edukasi Kesehatan di Sekolah Dasar

Ia juga memberikan pesan khusus kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Yang tinggal di lereng gunung maupun bukit harap lebih waspada saat hujan deras terus-menerus. Begitu juga yang tinggal di bantaran sungai perlu siaga terhadap potensi banjir,” imbaunya.

Andriko turut meminta pihak kepolisian dan TNI untuk memantau kondisi lalu lintas di jalur tersebut guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

Pembangunan Bronjong Selama Dua Pekan

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT Kementerian PU, Agustinus Junto, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan dengan membangun bronjong sebagai langkah awal mitigasi longsor.

“Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menyelesaikan pembangunan bronjong karena kondisi jalan yang berbentuk letter S cukup panjang,” ujar Agustinus.

Dengan upaya kolaboratif semua pihak, diharapkan jalur Batu Putih-TTS segera kembali aman dan lancar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.