Salurkan Bantuan OVOP di Kota Kupang, Gubernur NTT Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital

oleh -200 Dilihat
Gubernur NTT, Melki Laka Lena. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri acara pemberian bantuan sarana dan prasarana dalam rangka pengembangan produk berbasis potensi lokal di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Jumat (27/2/2026) sore.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Program OVOP (One Village One Product) yang terus diperluas di seluruh wilayah NTT.

Turut hadir Wali Kota Kupang Christian Widodo, Bupati Kupang Yosef Lede, unsur Forkopimda, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT dan Pemkot Kupang, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Nunbaun Sabu, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta kelompok IKM/UMKM setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa penyerahan bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kerakyatan di desa dan kelurahan.

“Program ini adalah bentuk komitmen kami bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTT dan seluruh elemen terkait untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Dukungan ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, kualitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan, serta memperluas akses pasar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, melalui Dasa Cita pertama bertajuk “Dari ladang dan laut ke pasar: Efisien, Modern, dan Aman”, Pemprov NTT mengimplementasikan program OVOP, OSOP (One School One Product), dan OCOP (One Community One Product). Program tersebut bertujuan memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki satu produk unggulan yang menjadi identitas sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku IKM/UMKM agar usaha dapat berkembang secara sehat dan profesional.

Ia mengingatkan agar modal usaha dipisahkan dari kebutuhan pribadi demi menjaga arus kas dan keberlanjutan bisnis.
Selain itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memperkuat modal dan memperluas usaha.

BACA JUGA:  Kajati NTT Tegaskan Tidak Pernah Larang Warga Tempati Rumah Eks Pejuang Timtim

Transformasi digital pun menjadi perhatian utama, mengingat pemasaran berbasis platform digital kini menjadi kebutuhan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita harus dorong UMKM naik kelas dan go digital. Produk-produk lokal kita harus bisa masuk pasar modern, termasuk melalui NTT Mart, bahkan menembus pasar nasional,” tegasnya.

Secara khusus, Gubernur Melki mengapresiasi inovasi kelompok UMKM bersama Ecofun NBS yang mengolah sampah plastik menjadi sofa bernilai ekonomi.

Menurutnya, inovasi tersebut bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga menjadi solusi persoalan lingkungan di perkotaan. Ia bahkan memesan tiga set sofa sebagai bentuk dukungan nyata, dan mendorong produk tersebut dipasarkan melalui gerai NTT Mart.

Program bantuan ekonomi berorientasi OVOP tahun 2026 diperluas dengan menyasar 160 desa/kelurahan kategori tertinggal se-NTT, dengan alokasi Rp300 juta per perangkat daerah pendamping. Di Kelurahan Nunbaun Sabu, pendampingan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov NTT. Ia menilai program tersebut sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui sinergi dan inovasi yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi NTT berharap program OVOP tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk lokal, tetapi juga membangun kemandirian serta kebanggaan masyarakat terhadap potensi daerahnya sendiri. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.