Sinergi Timur Nusantara: Misi Dagang NTT-Jawa Timur Bangun Ekonomi Berbasis Keunggulan Daerah

oleh -383 Dilihat
Gubernur NTT dan Gubernur Jawa Timur Teken MoU Misi Dagang Investasi di Hotel Aston Kupang pada Kamis, 6 November 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Suasana ballroom Hotel Aston Kupang pagi itu terasa hangat namun penuh semangat. Para pelaku usaha, pejabat pemerintahan, dan perwakilan lembaga keuangan duduk berdampingan, menandai satu langkah penting dalam sejarah kerja sama antarwilayah di Indonesia Timur. Dalam forum bertajuk Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah sebagai kunci memperkuat ekonomi nasional dari bawah.

“Kita tidak bisa membangun sendiri. Investasi, rantai pasok, dan penguatan ekonomi harus dilakukan dengan memanfaatkan keunggulan koperatif masing-masing daerah,” ujar Johni Asadoma dalam sambutannya.


Acara yang digelar pada Kamis (6/11/2025) ini bukan sekadar ajang seremonial. Di balik pertemuan ini tersimpan gagasan besar: membangun fondasi ekonomi komplementer yang mempertemukan potensi sumber daya alam NTT dengan kekuatan industri manufaktur Jawa Timur.

Membangun Ekonomi dari Timur

Inisiatif misi dagang ini berangkat dari kesadaran bahwa setiap provinsi memiliki keunggulan yang berbeda, dan sinergi antardaerah dapat menciptakan kekuatan ekonomi baru yang saling melengkapi.
Jawa Timur dikenal sebagai pusat industri pengolahan pangan, logistik, dan manufaktur di Indonesia bagian timur. Sebaliknya, NTT memiliki kekayaan sektor primer berupa hasil perkebunan, pertanian, dan perikanan yang melimpah.

“Hubungan dagang ini tidak lagi semata transaksional, tapi sudah menuju kolaborasi struktural,” tambah Johni. “Kita ingin membangun kemitraan jangka panjang yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang substansial di kedua wilayah.”

Pertukaran Komoditas, Pertukaran Nilai

Dalam forum tersebut, sejumlah data menarik mengemuka. Selama semester pertama 2025, NTT mengirimkan berbagai komoditas unggulan ke Jawa Timur, antara lain kemiri, kelapa, kopra, jagung biji, porang, mente, rumput laut kering, telur petas, dan ikan cakalang. Komoditas ini menjadi bagian penting dari rantai pasok industri pangan di Jawa Timur.

BACA JUGA:  Jembatan Pancasila Palmerah dan PLTAL Larantuka Kembali Dibahas, Gubernur Melki Laka Lena Lanjutkan Visi Frans Lebu Raya

Sebaliknya, Jawa Timur memasok kebutuhan pangan dan bahan produksi ke NTT, seperti pakan ternak, gandum, beras, ayam beku, ikan lele, bandeng, dan telur. Produk-produk ini berperan penting menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di wilayah kepulauan NTT.

“Perdagangan ini bukan sekadar membuka akses pasar bagi petani dan nelayan kita,” jelas Johni, “tetapi juga mengintegrasikan produk unggulan NTT ke dalam rantai nilai ekonomi nasional.”

Dari Transaksi Menuju Transformasi

Forum misi dagang ini menjadi ruang temu strategis antara pelaku usaha kedua provinsi. Tujuannya bukan hanya meningkatkan volume transaksi perdagangan, tetapi juga memperluas jaringan pasar dan mempercepat perputaran modal di tingkat daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi role model bagi provinsi lain di Indonesia, bagaimana hubungan ekonomi bisa dibangun atas dasar saling melengkapi, bukan bersaing.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir dalam kesempatan tersebut, sama-sama menegaskan pentingnya membangun ekonomi kolaboratif yang berkelanjutan.

Forum Sinergi, Fondasi Masa Depan

Selain kedua gubernur, acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Asisten II Sekda Kota Kupang Ignasius Lega, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, serta Plt. Dirut Bank NTT Yohanis Landu Praing.

Kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai sektor ini memperkuat pesan utama misi dagang: bahwa pembangunan ekonomi daerah bukan hanya urusan pemerintah, melainkan kerja bersama lintas wilayah dan lintas sektor.

Dengan semangat “Sinergi Timur Nusantara”, misi dagang antara Jawa Timur dan NTT membuka lembaran baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia sebuah langkah nyata menuju kemandirian, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.