Turnamen Catur Persaudaraan Ditutup, Percasi NTT Dorong Pembinaan Usia Dini Menuju PON 2028

oleh -254 Dilihat
Panitia Turnamen Catur Persaudaraan GAMKI NTT dan GMKI Kupang. (Foto Istimewa) dan Pengurus GAMKI


Suarantt.id, Kupang-Turnamen Catur Persaudaraan yang digelar oleh GAMKI NTT bersama GMKI Kupang resmi ditutup dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan pada Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dengan lima babak pertandingan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan konsolidasi kader muda.

Wakil Ketua Percasi NTT, Herry Mesakh, yang memimpin langsung jalannya pertandingan, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen tersebut. Menurutnya, dukungan panitia dan antusiasme peserta menjadi kunci kelancaran kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak. Turnamen ini berjalan dengan baik karena dukungan panitia dan seluruh peserta,” ujarnya saat penutupan di Rumah Orela, Sekretariat DPD GAMKI NTT.

Turnamen yang diikuti 46 peserta ini melahirkan sejumlah pecatur terbaik. Irman Baleng tampil sebagai juara pertama dengan catatan sempurna, meraih lima kemenangan dari lima pertandingan. Posisi kedua ditempati Marta Miracle, sementara peringkat ketiga diraih Roni Da Costa.

Persaingan ketat juga terlihat dari deretan peserta yang masuk dalam 10 besar, menandakan potensi dan kualitas pecatur muda di Nusa Tenggara Timur yang terus berkembang.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Percasi NTT menilai turnamen ini sebagai bagian penting dari proses pembinaan atlet catur. Herry Mesakh menegaskan pentingnya pengembangan catur sejak usia dini sebagai langkah strategis menuju prestasi yang lebih tinggi.

“Ke depan, kami merekomendasikan agar turnamen seperti ini juga melibatkan kategori pelajar, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Pembinaan usia dini sangat penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028,” tegasnya.

Ia menambahkan, Percasi NTT saat ini tengah serius melakukan persiapan guna meraih prestasi maksimal pada ajang nasional tersebut, termasuk menargetkan perolehan medali emas.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laka Lena Pimpin Rakor KONI NTT, Matangkan Persiapan PON XXII 2028

Sementara itu, Ketua GMKI Kupang, Andraviani Laiya, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga wadah mempererat relasi antar kader organisasi.

“Ini bukan hanya turnamen, tetapi ruang konsolidasi. Kita sedang membangun persaudaraan yang lebih dalam antara kader GAMKI dan GMKI,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, yang secara resmi menutup kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa nilai utama dari turnamen ini adalah semangat persaudaraan dan kolaborasi.

“Yang kita bangun di sini bukan hanya strategi di atas papan catur, tetapi strategi persaudaraan. Semua yang hadir adalah pemenang karena kita memilih untuk berkolaborasi,” tegasnya.

Prosesi penyerahan hadiah berlangsung meriah, dengan juara ketiga menerima penghargaan dari perwakilan Percasi NTT, juara kedua oleh Ketua GMKI Kupang, dan juara pertama oleh Ketua DPD GAMKI NTT.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan pengurus organisasi, menandai berakhirnya turnamen yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan antar kader.

Melalui kegiatan ini, GAMKI NTT dan GMKI Kupang kembali menunjukkan bahwa ruang sederhana seperti turnamen catur mampu menjadi media efektif dalam membina generasi muda yang cerdas, strategis, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta pelayanan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.