Undana Kupang Pamerkan Inovasi Ubah Sampah Plastik Jadi BBM dan Bahan Baku Furniture

oleh -1082 Dilihat
Kepala LP2M Undana, Harry Kotta Didampingi Kepala Bengkel Prodi Teknik Mesin Undana, Dody Adoe dan Anggota DPRD NTT Agustinus Nahak. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menampilkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku furniture dalam pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia di arena Car Free Day (CFD) Jalan El Tari Kupang pada Sabtu (21/6/2025).

Inovasi ini merupakan hasil penelitian dari anak-anak Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Undana dengan dukungan dana dari DIPA Undana.

Kepala LP2M Undana, Harry Kotta, menjelaskan bahwa meski dana terbatas, semangat dan motivasi dari para peneliti mendorong terwujudnya solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan, khususnya sampah plastik yang sulit terurai.

“Ini adalah bukti bahwa Undana hari ini sudah memiliki inovasi untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM dan berbagai bahan baku furniture. Undana hadir untuk menjadi problem solver, menjawab masalah masyarakat dengan tagline ‘Berdampak’,” ujar Harry.

Ia menambahkan, LP2M terus mendukung setiap program studi untuk melahirkan penelitian berbasis solusi. Selain inovasi pengolahan sampah plastik, LP2M juga terlibat dalam program-program pengabdian lain seperti peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Malaka, pengolahan rumput laut dan daging domba di Rote Ndao, serta pengembangan peternakan babi di Sumba Barat Daya.

Sementara itu, Kepala Bengkel Prodi Teknik Mesin Undana, Dody Adoe, menjelaskan bahwa sampah plastik yang digunakan untuk bahan baku furniture idealnya berwarna dominan putih. Undana bahkan siap membeli sampah plastik masyarakat dengan harga lebih tinggi dari bank sampah, sebagai bentuk dukungan pada ekonomi sirkular dan partisipasi publik.

“Dari satu kilogram sampah plastik, bisa dihasilkan 700 mililiter sampai 1,1 liter BBM. BBM ini bisa digunakan untuk kendaraan bermotor, genset, dan kompor minyak tanah, karena memiliki fungsi yang sama,” jelas Dody.

Ia menegaskan, produk BBM hasil inovasi tersebut tidak diperjualbelikan bebas karena membutuhkan izin resmi dari Badan Migas. Namun, masyarakat yang ingin belajar dan mengembangkan teknologi ini sangat dipersilakan.

“Kami siap memberikan pelatihan dan pendampingan, terutama untuk masyarakat di daerah terpencil. Sampah adalah masalah kita bersama, maka solusinya juga harus kita tangani bersama,” pungkasnya.

Undana Kupang terus membuktikan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui inovasi nyata berbasis kebutuhan lokal dan keberlanjutan lingkungan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.