Wagub NTT Resmikan Kebun Hortikultura Kolaboratif di Labuan Bajo: Dorong Ketahanan Pangan dan Swasembada Lokal

oleh -877 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Pimpinan SKPD Pemprov NTT Resmikan Kebun Holtikultura Kolaborasi Labuan Bajo. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Labuan Bajo-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meresmikan Kebun Hortikultura hasil kolaborasi antara Yayasan St. Damian Binongko, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), dan Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) pada Sabtu (26/7/2025).

Kegiatan peresmian berlangsung di lahan perkebunan milik Yayasan St. Damian Binongko di kawasan Batu Cermin, Cowang Dereng, Labuan Bajo.

Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sistem pangan berkelanjutan di NTT melalui budidaya hortikultura tropis. Kehadiran Wakil Gubernur disambut hangat oleh Suster Lidwina selaku koordinator kegiatan, Direktur BPOLBF Dwi Marhen Yono, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama lintas sektor ini. Ia juga menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan kosong untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata peningkatan ketahanan pangan. Harapannya, ini menjadi contoh bagi komunitas-komunitas lain dalam pemanfaatan lahan kosong dengan tanaman hortikultura. Saya melihat masih banyak lahan kosong di Labuan Bajo yang alangkah baiknya dimanfaatkan seperti di tempat ini. Kiranya Tuhan memberkati pertumbuhan tanaman-tanaman ini,” ujar Johni.

Sebagai simbol dimulainya aktivitas budidaya, Wakil Gubernur turut melakukan penanaman bibit sayuran. Ia juga membeli produk-produk lokal seperti Dendeng dan Kopi Tuk Gami, sebagai bentuk dukungan terhadap hasil pertanian dan olahan pangan lokal.

Kepada generasi muda NTT, Wagub mengajak untuk ikut ambil bagian dalam gerakan menanam dan swasembada pangan.

“Kepada anak muda NTT, mari menanam. Kita wujudkan swasembada pangan di NTT,” ajaknya.

Kebun hortikultura ini memanfaatkan lahan kosong milik Yayasan St. Damian Binongko untuk ditanami berbagai jenis tanaman pangan. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal Yayasan, hasil panen surplus akan dipasarkan ke hotel dan restoran di Labuan Bajo, mendukung rantai pasok lokal dan ekonomi masyarakat sekitar.

BACA JUGA:  Pelayanan Kesehatan Terancam, Wagub Jhoni Bahas Formasi Dokter Spesialis RSUD NTT di KemenPAN-RB

Rangkaian kunjungan kerja Wakil Gubernur Johni Asadoma diakhiri dengan peninjauan kawasan Parapuar, Kecamatan Komodo salah satu destinasi pariwisata baru yang tengah dikembangkan oleh BPOLBF. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat potensi pengembangan kawasan sebagai destinasi inklusif dan berbasis konservasi, dengan lanskap Labuan Bajo sebagai magnet utama.

Turut hadir mendampingi Wakil Gubernur antara lain Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Forkopimda Kabupaten Manggarai Barat, Sekda Manggarai Barat, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.