Wali Kota dan Wawali Kupang Resmikan SABOAK, Ruang Publik dan UMKM Jadi Fokus Pembangunan Kota

oleh -617 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang Berdiskusi dengan UMKM di Taman Nostalgia. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara resmi meluncurkan program SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) dalam sebuah soft launching yang meriah dan penuh kehangatan di Taman Nostalgia (Tamnos), Sabtu malam (21/6/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kota Kupang, perwakilan Forkopimda, pimpinan Bank Indonesia dan OJK, para pimpinan perbankan dan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, direktur Perumda Kota Kupang, serta para camat dan lurah. Kehadiran masyarakat pun turut memeriahkan suasana.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak melulu soal infrastruktur besar, tetapi juga menciptakan ruang-ruang publik yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.

“Membangun kota bukan hanya gedung tinggi dan jalan mulus. Tapi menghadirkan taman-taman yang sejuk dan hidup seperti ini, tempat orang saling bertemu, berbagi cerita, dan mengenang masa lalu,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah dan mitra sponsor, serta secara khusus kepada Wakil Wali Kota yang telah mengomandoi realisasi program SABOAK. Wali Kota juga menyebutkan bahwa revitalisasi Tamnos merupakan hasil efisiensi anggaran, termasuk dari penghematan belanja mobil dinas dan perjalanan dinas yang dialihkan untuk penataan ruang publik.

Ke depan, Wali Kota berkomitmen untuk menambah fasilitas publik lainnya seperti taman bermain anak dan skate park. Ia juga mengimbau para ASN yang hadir agar membeli produk-produk UMKM sebagai bentuk dukungan konkret terhadap ekonomi lokal.

“Taman Nostalgia ini akan menjadi saksi bisu dari kerja keras dan pengorbanan kita semua. Mari kita jaga, kita rawat, karena taman ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” tutup Wali Kota.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menambahkan bahwa pelaksanaan SABOAK merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan mitra sponsor. Ia mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan SABOAK, pemerintah tidak hanya bergantung pada APBD, melainkan aktif mencari dukungan dari berbagai pihak.

“Kita tidak hanya menunggu anggaran. Kita juga turun langsung bertemu sponsor, mengajukan proposal, dan bekerjasama. Hasilnya bisa kita lihat malam ini,” jelas Serena.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga Tamnos, terutama soal kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum seperti lampu taman dan tempat sampah. Keindahan taman, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama.

BACA JUGA:  Pemerintah dan Gereja Harus Bersinergi Bangun Karakter dan Pendidikan Keluarga di NTT

Usai peresmian, Wali Kota dan Wakil Wali Kota berkeliling mengunjungi stan-stan UMKM yang berjumlah sekitar 40 pelaku usaha. Mereka turut mencicipi produk lokal dan berdialog langsung dengan para pelaku UMKM. Gelaran kuliner dan kerajinan tangan khas Kupang pun menambah semarak suasana malam.

Para pelaku UMKM berharap SABOAK bisa menjadi agenda mingguan yang konsisten dan berkelanjutan, agar tidak hanya menghidupkan Tamnos sebagai ruang rekreasi keluarga, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal di Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.