Wali Kota Kupang Dorong Transformasi Pendidikan dan Digitalisasi dalam Muspas Keuskupan Agung Kupang

oleh -387 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang dan Wabup Kupang Hadiri Acara Muspas Keuskupan Agung Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri pembukaan Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Agung Kupang yang digelar di Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui pada Senin (29/9/2025). Acara turut dihadiri Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki jajaran pemerintah, aparat keamanan, serta ratusan perwakilan umat Katolik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian mengapresiasi terselenggaranya Muspas yang mengangkat tema “Gereja Keuskupan Agung Kupang Berjalan Bersama Menuju Indonesia Emas melalui Transformasi Pendidikan”. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun kota dan memanfaatkan transformasi digital, khususnya di bidang pendidikan, sebagai kunci menghadapi tantangan zaman.

“Kalau ingin berjalan cepat kita bisa melangkah sendiri, tetapi untuk mencapai tujuan yang jauh, kita harus berjalan bersama. Kota Kupang ini harus terus ada ratusan tahun ke depan, karena itu kita bergandengan tangan demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, digitalisasi merupakan katalisator pelayanan yang mampu meningkatkan transparansi, mempercepat pelayanan publik, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun gereja. Ia mencontohkan penerapan sistem pembayaran pajak daerah secara online yang berhasil menekan kebocoran penerimaan asli daerah.

Ia juga menyinggung teladan Santo Carlo Acutis, remaja Katolik yang menggunakan teknologi digital untuk mewartakan Injil. “Teknologi bisa membawa dampak negatif, tapi jika dikelola dengan baik, ia menjadi sarana kasih dan pelayanan, juga penghubung gereja dengan generasi muda,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh peserta Muspas menjadikan momentum ini sebagai langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045. “Di dalam persatuan kita menemukan kemenangan Ubi Concordia Ibi Victoria,” tegasnya.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menekankan bahwa tema Muspas berakar pada hakikat Gereja sebagai persekutuan dan perutusan. Ia menegaskan Gereja dipanggil untuk menjadi pelopor harapan, keadilan, dan kasih Tuhan di tengah masyarakat modern.

“Transformasi pendidikan menjadi strategi penting membentuk manusia yang lebih adil dan sejahtera, dimulai dari keluarga hingga masyarakat luas,” ungkapnya. Ia juga menekankan kesinambungan Muspas dengan arah pastoral Gereja universal dan nasional, termasuk Sinode Para Uskup, 100 tahun KWI, hingga Yubileum Gereja Katolik 2025.

Ketua Panitia Muspas 2025, RD. Yonas Kamlasi menyebut kegiatan ini diikuti 220 peserta, terdiri dari imam, biarawan-biarawati, perwakilan Dewan Pastoral Paroki, Kelompok Umat Basis, serta lembaga kategorial. Muspas berlangsung 29 September hingga 3 Oktober 2025 dengan misa pembukaan di Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui dan misa penutupan di Paroki St. Maria Assumpta Kota Baru.

“Harapan kami, Muspas 2025 menjadi ruang bagi Roh Kudus berkarya sehingga menghasilkan keputusan-keputusan pastoral yang meneguhkan umat dan menuntun kita berjalan bersama menuju Indonesia Emas,” tandas RD. Yonas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.