Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menghadiri sekaligus meresmikan Festival Budaya dan Fashion Show Kelurahan Naimata yang digelar di halaman Kantor Lurah Naimata pada Kamis (7/8/2025). Acara ini menjadi bagian dari semarak HUT ke-80 Kemerdekaan RI, sekaligus dikukuhkan sebagai agenda tahunan kelurahan untuk melestarikan budaya lokal dan memberdayakan masyarakat.
Dalam sambutannya, Serena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Lurah Naimata, LPM, panitia, sponsor, hingga warga, atas kerja sama dan dedikasi mereka.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting menuju pembangunan berbasis budaya di Kota Kupang,” ujarnya.
Serena menegaskan, festival budaya harus menjadi kalender tahunan setiap kelurahan, bukan hanya agenda 17 Agustus. Menurutnya, kegiatan ini penting sebagai ruang ekspresi budaya dan sarana memperkuat jati diri masyarakat.
“Generasi muda harus tumbuh tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga peduli pada budaya dan akar asal mereka,” tegasnya.
Ia juga mendorong Kelurahan Naimata menjadi contoh pengembangan ekosistem budaya khas, seperti galeri tenun, sentra kuliner, dan lokasi pertunjukan budaya permanen yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Selain meresmikan festival, Wakil Wali Kota juga mengukuhkan Bank Sampah “Blessing” Unit Naimata sebagai bentuk komitmen warga terhadap lingkungan bersih dan berkelanjutan.
“Bank Sampah ini adalah simbol nyata komitmen kita terhadap lingkungan yang lestari. Kita tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga membangun peradaban,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Serena turut memaparkan program strategis Pemkot Kupang di bidang layanan kesehatan, yakni penyediaan dana pengamanan kesehatan sebesar Rp3 miliar di RSUD S.K. Lerik. Dana ini akan membantu masyarakat yang mengalami kegawatdaruratan tetapi terkendala dokumen seperti KTP atau BPJS nonaktif.
“Penyelamatan nyawa harus menjadi prioritas tanpa syarat,” tegasnya.
Ia juga mengajak pelaku UMKM Naimata aktif berpartisipasi dalam SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) di Taman Nostalgia. Dalam dua bulan, kegiatan ini telah mencatat omzet lebih dari Rp1 miliar dengan melibatkan puluhan pelaku usaha lokal.
“Kami mengundang warga Naimata untuk tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pelaku ekonomi lokal. Ayo ambil bagian di SABOAK dan manfaatkan peluang yang ada,” ajaknya.
Menutup sambutannya, Serena mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan festival ini sebagai momen memperkuat kolaborasi, menjaga budaya, melestarikan lingkungan, dan memperluas pelayanan sosial di Kota Kupang. ***






