Yayasan Felix Maria Go Tetapkan Maumolo sebagai Desa Binaan: Harapan Baru di Tengah Krisis Air

oleh -8597 Dilihat
Direktur Yayasan Felix Mario Go Berdialog dengan Masyarakat Maumolo Kabupaten TTU. (Foto Robert Kadang)

Suarantt.id, Kefamenanu-Kabar menggembirakan datang bagi warga Kampung Kuan Maumolo, Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Yayasan Felix Maria Go (YFMG) secara resmi menetapkan Maumolo sebagai desa binaan selama tiga tahun ke depan. Program pendampingan ini mencakup penyediaan air bersih, pengembangan pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Dalam kunjungannya ke Maumolo, perwakilan keluarga besar yayasan, Fransiscus Go, menyampaikan komitmen penuh untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih yang selama ini menjadi persoalan utama di wilayah tersebut.

“Kami datang sebagai keluarga besar Felix – Maria Go yang ingin berbagi. Kami akan upayakan sumur bor, embung, atau reservoar. Ini program utama kami,” ujar Fransiscus, disambut tepuk tangan hangat dari warga yang hadir.

Dari Lumbung Sayur Jadi Kampung Kering

Dulu dikenal sebagai lumbung sayur-mayur bagi Kota Kefamenanu, Maumolo kini mengalami kemunduran drastis akibat kekeringan berkepanjangan. Keterbatasan air bersih membuat warga harus berhemat bahkan untuk mandi. Banyak dari mereka harus membeli air tangki dengan harga puluhan ribu rupiah, di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan lahan pertanian yang terbengkalai.

“Kalau mengenang ke belakang, kampung ini penghasil sayur untuk Kota Kefa. Tapi sekarang, untuk mandi saja kami susah. Terpaksa beli sayur di pasar,” ujar drh. Joyce Nino, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Andarias Elu. “Kalau tidak ada penghasilan, dari mana kami bisa beli air?” katanya dengan nada putus asa.

Upaya pengeboran sumur yang pernah dilakukan pun gagal. Menurut Romo Kanis Oki, dua titik sumur bor sempat dibuat, tetapi air hanya keluar dalam hitungan minggu. Beberapa warga percaya kegagalan tersebut karena tidak dilakukannya ritual adat.

Pendampingan Tiga Tahun: Dari Air, Pertanian, Hingga Kesehatan

Kedatangan tim YFMG disambut secara adat penuh haru dan harapan. Dalam dialog terbuka dengan masyarakat, Fransiscus Go menegaskan bahwa sumur bor harus selesai sebelum akhir tahun ini. Yayasan juga akan menghadirkan mentor pertanian guna membimbing warga dalam menghidupkan kembali lahan pertanian mereka.

“Tujuan kami hanya satu: agar warga bisa hidup lebih sejahtera dan bangkit seperti dulu. Kami tidak mencari keuntungan,” tandas Fransiscus.

Tidak hanya air bersih dan pertanian, program desa binaan juga akan mencakup sektor pendidikan dan kesehatan. Yayasan berkomitmen mendampingi warga Maumolo hingga mandiri selama tiga tahun ke depan.

Usai pertemuan, Fransiscus bersama tokoh adat meninjau lokasi pengeboran sumur. Ritual adat dilakukan sebagai bentuk permohonan restu dari alam. Lokasi tersebut diyakini memiliki potensi sumber air yang cukup untuk kebutuhan warga.

Harapan Baru untuk Maumolo

Warga Maumolo selama ini harus bertahan dengan segala keterbatasan. Jalan rusak dan akses air bersih yang tidak tersedia membuat kehidupan makin berat, terutama di musim kemarau. Program dari Yayasan Felix Maria Go ini menjadi titik terang di tengah ketidakpastian.

“Semoga ini bukan sekadar janji, tapi benar-benar membawa perubahan bagi kampung kami,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Dengan dimulainya program pendampingan ini, harapan tumbuh bahwa Maumolo akan kembali menjadi kampung yang subur, mandiri, dan sejahtera.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.