Ekonomi NTT Triwulan III-2025 Tumbuh 4,88 Persen, Didorong Perdagangan dan Ekspor Barang-Jasa

oleh -1747 Dilihat
Kepala BPS NTT, Matamira Kale. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat perekonomian NTT tumbuh positif pada Triwulan III tahun 2025. Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, ekonomi NTT mencapai Rp36,97 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp20,45 triliun.

Kepala BPS NTT, Matamira Kale, menjelaskan bahwa secara tahunan (year on year), ekonomi NTT tumbuh sebesar 4,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor yang mencatat pertumbuhan hingga 13,89 persen.

“Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,54 persen, yang menunjukkan meningkatnya aktivitas perdagangan luar daerah dan ekspor komoditas dari NTT,” ujar Matamira Kale.

Namun, bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter to quarter), ekonomi NTT mengalami kontraksi sebesar 1,79 persen. Dari sisi lapangan usaha, kontraksi terdalam terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 11,46 persen, sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa turun signifikan sebesar 13,03 persen.

Secara kumulatif (cumulative to cumulative), perekonomian NTT sepanjang Triwulan I–III tahun 2025 tumbuh sebesar 5,01 persen. Pertumbuhan tertinggi masih ditopang oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh 12,79 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa juga tumbuh pesat sebesar 21,88 persen.

Struktur ekonomi NTT pada Triwulan III-2025 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi mencapai 27,58 persen terhadap total PDRB. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen terbesar dengan kontribusi sebesar 66,25 persen.

BACA JUGA:  Perkuat Pelayanan Kesehatan di NTT, RSUD Johannes Kupang Hadirkan Layanan Koiling dan Wiring Otak

Menurut Matamira Kale, meski terjadi kontraksi secara triwulanan akibat faktor musiman di sektor pertanian, arah pertumbuhan ekonomi NTT sepanjang 2025 tetap positif dan menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang kuat. “Sektor perdagangan dan ekspor menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi NTT tahun ini,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.