DPRD NTT Soroti Kondisi Sekolah Rawan Bencana di TTS

oleh -358 Dilihat
Komisi V DPRD NTT Dialog Bersama para Guru Sekolah di Kabupaten TTS. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, So’e-Komisi V DPRD NTT melakukan kunjungan pengawasan ke tiga sekolah yang berada di daerah berisiko tinggi bencana di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kunjungan ini bertujuan untuk mendengar langsung aspirasi pihak sekolah dan mencari solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi rawan bencana.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, menjelaskan bahwa tiga sekolah yang dikunjungi adalah SMK Negeri Batu Putih, SMAN Amanuban Selatan, dan SMAN Tuaneke Kecamatan Kualin. Ketiga sekolah ini menghadapi tantangan berat akibat lokasi yang terdampak bencana.

“SMK Negeri Batu Putih, misalnya, berada di dalam aliran sungai, sehingga rawan banjir. Sementara itu, jalan masuk ke SMAN Amanuban Selatan tidak bisa diakses saat musim hujan dan rawan longsor. Sedangkan di SMA Tuaneke, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan dengan sistem sif karena gedung sekolah terendam banjir akibat luapan sungai Tuaneke. Ada tujuh ruang darurat yang tidak bisa digunakan lagi,” ungkap Winston Rondo.

Menindaklanjuti kondisi ini, Komisi V DPRD NTT meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mendesain ulang lingkungan sekolah agar lebih ramah dan tahan terhadap bencana.

“Relokasi bukan pilihan yang mudah, mengingat ketinggian air bisa mencapai hampir satu meter saat banjir. Oleh karena itu, drainase harus diperbaiki, dan sekolah memerlukan tujuh ruang kelas baru yang tahan bencana. Kami juga merekomendasikan pembangunan gedung baru yang lebih kokoh serta normalisasi kali agar banjir tidak lagi menggenangi sekolah, termasuk perbaikan akses jalan masuk,” tambahnya.

Winston Rondo menegaskan bahwa membangun sekolah di daerah rawan bencana memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. “Kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kita harus memastikan bahwa anak-anak tetap bisa bersekolah dengan aman meskipun ada potensi bencana,” tegasnya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Talib Berikan Bantuan untuk Gereja dan Fasilitas Lampu di Kelurahan Kuanino

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah anggota Komisi V DPRD NTT, termasuk Agustinus Nahak (Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT), Elisabeth Yuliana Adoe, Debora Lende, Jimur Katarina Siena, Renny Marlina Un dan Luisa Redempta Lana.

DPRD NTT berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kelangsungan pendidikan di daerah rawan bencana ini, demi masa depan anak-anak di TTS yang lebih baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.