Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh iman, toleransi, serta semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Acara Syukur Pentahbisan Imam Baru RD. Christian D.J. Sogen di Gereja Paroki Santa Familia Sikumana pada Rabu (7/1/25).
Menurut Wali Kota, membangun kota berarti membangun manusia secara utuh, termasuk dimensi spiritual dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa kota yang maju adalah kota yang warganya saling menghormati, menghargai perbedaan iman, serta memiliki ruang ibadah yang aman dan nyaman.
“Membangun sebuah kota ini bukan hanya menghadirkan jalan-jalan yang bagus atau kantor yang mewah. Kota yang kuat dibangun dari iman, toleransi, dan sikap saling menghormati satu sama lain,” ujar
Christian Widodo dalam sambutannya.
Ia menambahkan, kualitas spiritual masyarakat sangat memengaruhi kehidupan sosial dan keharmonisan sebuah kota. Karena itu, kehadiran imam baru dinilainya sebagai anugerah penting, tidak hanya bagi Gereja Katolik, tetapi juga bagi pembangunan sosial di Kota Kupang.
“Bagaimana dengan spiritualitas penduduknya di kota itu. Jadi terima kasih, hari ini kita bersyukur karena Kota Kupang memiliki satu imam baru lagi,” ungkapnya.
Dalam refleksinya mengenai panggilan imamat, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa menjadi imam bukanlah tentang kedudukan, melainkan tentang kerendahan hati dan pengabdian total. Menurutnya, seorang imam dipanggil untuk melayani lebih dalam, bukan untuk ditempatkan lebih tinggi dari umat.
“Menjadi imam bukan berarti menjadi lebih tinggi dari yang lain, tetapi menjadi turun lebih dalam. Lebih dalam dalam doa, pengorbanan, ketulusan, pelayanan, dan keberanian, meskipun jalannya sunyi dan terasa berat,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada RD. Christian D.J. Sogen atas kesediaannya menjawab panggilan imamat. Ia berharap panggilan tersebut dijalani dengan keteguhan hati, ketulusan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan pelayanan.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus membuka ruang kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk unsur keagamaan. Ia menilai bahwa pembangunan kota hanya dapat berhasil jika dilakukan secara bersama-sama.
“Pemerintah Kota Kupang selalu terbuka terhadap kerja sama dengan semua unsur agama, komunitas, LSM, partai politik, gereja, masjid, dan seluruh elemen masyarakat. Di tengah keterbatasan dan tantangan, kita membutuhkan kerja kolaboratif dari semua pihak,” tegasnya.
Dia mengibaratkan pembangunan kota sebagai perjalanan panjang yang harus ditempuh secara kolektif. “Kalau mau berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tapi kalau mau berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengutip pepatah Latin, ubi concordia, ibi victoria, yang berarti di dalam kesatuan terdapat kemenangan.
Sementara itu, imam yang baru ditahbiskan, RD. Christian D.J. Sogen, dalam ungkapan syukurnya membagikan refleksi perjalanan panggilan imamat yang tumbuh secara perlahan sejak masa kanak-kanak. Ia mengungkapkan bahwa panggilan tersebut lahir melalui proses pencarian, pergulatan batin, dan keberanian untuk mendengarkan kehendak Tuhan.
“Panggilan ini tidak datang secara tiba-tiba. Ia bertumbuh melalui proses panjang, jatuh dan bangkit, hingga akhirnya saya berani melangkah,” ungkapnya.
RD. Christian D.J. Sogen juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, keluarga, para pembimbing, rekan seangkatan, panitia, serta seluruh umat yang setia mendukung dan mendoakannya. Ia menegaskan bahwa tahbisan imamat yang diterimanya bukan hanya milik pribadi, melainkan buah dari doa dan dukungan banyak orang.
“Saya tidak berjalan sendirian. Di belakang saya ada begitu banyak doa dan pengorbanan. Tahbisan ini bukan hanya milik saya, tetapi milik kita semua,” pungkasnya. ****





