Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang sepakat memperkuat sinergi dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Kupang. Komitmen ini disampaikan dalam audiensi antara Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, dan Kepala BNN Kota Kupang, Kombes Pol. Nelson Filipe Dias Quintas, yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Selasa (2/6/25).
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Kupang, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Kupang, serta Kepala Bidang dari Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang.
Dalam pertemuan itu, Kepala BNN Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota selama ini terhadap program-program BNN. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba merupakan prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Arahan dari pusat jelas, kami diminta lebih aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan kepala daerah,” ujarnya. Ia juga menyoroti keberhasilan penangkapan hampir dua ton narkoba baru-baru ini oleh BNN dan TNI sebagai bentuk keseriusan penanganan masalah ini.
Kombes Pol. Nelson juga memohon dukungan Pemkot terkait pemanfaatan kantor BNN Kota Kupang yang telah rampung dibangun namun belum dapat difungsikan secara optimal karena kendala administratif. Ia berharap kepemimpinan baru di Pemkot Kupang bisa membantu mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Serena C. Francis menyatakan komitmen penuh Pemkot Kupang untuk mendukung upaya BNN. “Kami siap bersinergi dan berkoordinasi lintas OPD, khususnya terkait pemanfaatan gedung BNN dan penguatan program pencegahan,” ungkapnya. Ia menambahkan, penanggulangan narkoba merupakan tantangan serius yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Serena juga membagikan pengalamannya sebagai mantan anggota Paskibraka Nasional tahun 2015 sekaligus Duta Anti Narkoba. Ia menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda. “Kampanye bahaya narkoba harus terus digaungkan, tidak hanya di media sosial, tapi juga melalui pendekatan langsung dari teman sebaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, memaparkan bahwa sinergi antara Kesbangpol dan BNN telah berjalan baik, terutama melalui program “Kelurahan Bersinar” (Bersih dari Narkoba). Saat ini, terdapat 12 kelurahan bersinar di Kota Kupang, salah satunya Kelurahan Fatululi yang mendapat intervensi dari BNN Provinsi NTT.
Noce menjelaskan bahwa selain edukasi dan literasi kepada masyarakat, pihaknya juga aktif dalam pengawasan dan penyuluhan, termasuk kegiatan literasi di tempat hiburan malam bersama Forkopimda, dengan dukungan alat tes dari BNN. Ia menambahkan, pemasangan spanduk dan banner antinarkoba di seluruh kantor pemerintah juga menjadi bagian dari strategi kampanye.
Ia juga mengungkapkan rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kelurahan Bersinar untuk mengevaluasi dan menyelaraskan langkah antar-kelurahan dalam gerakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba). Meskipun dukungan masyarakat terbilang cukup baik, keterbatasan anggaran tetap menjadi tantangan utama. “Kami siap berkontribusi sesuai peran, walau sebagian pihak masih menganggap urusan narkoba hanya tanggung jawab BNN,” tuturnya.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap langkah pencegahan narkoba di Kota Kupang berjalan secara berkelanjutan dan terintegras. ***





